
BOGOR, SUARAGOVERNMENT.COM — Penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi pertanian menjadi fokus Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun ketiga Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP), Sekolah Vokasi IPB University, di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.
Melalui pelatihan pengembangan model bisnis, IPB University mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas serta Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur dan Alam Jaya Makmur untuk mengidentifikasi peluang usaha, memperkuat tata kelola kelompok, dan mengembangkan strategi pemasaran berdasarkan potensi yang dimiliki.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Peserta tidak hanya diajak mengenali komoditas unggulan, tetapi juga memetakan kebutuhan produksi, calon konsumen, sumber daya, dan peluang pendapatan agar pengembangan usaha dapat direncanakan secara lebih terarah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk menyusun gambaran menyeluruh mengenai model bisnis kelompok.
Pemetaan meliputi jenis produk, segmen pelanggan, strategi menjaga hubungan dengan konsumen, aktivitas utama, kebutuhan sumber daya, serta struktur peluang pendapatan.
Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU., dan Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si., bertindak sebagai pemateri dengan memberikan pembekalan mengenai pengembangan model bisnis dan peningkatan kapasitas kelompok.
Henry menekankan bahwa pengelolaan usaha dalam organisasi perlu didukung target yang jelas, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Penetapan target tersebut diperlukan agar seluruh anggota memiliki orientasi yang sama dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Kalau membicarakan bisnis dalam sebuah organisasi, kita harus punya target, Bapak-Ibu. Target tersebut kemudian diturunkan menjadi target jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Henry.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dan keselarasan kerja antaranggota sebagai bagian dari upaya membangun organisasi usaha yang lebih terarah.
KWT Ciharashas Petakan Peluang Budidaya hingga Pengolahan Hasil
Dalam pemetaan usaha, KWT Ciharashas memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan budidaya, edukasi pertanian, dan pengolahan hasil.
Komoditas yang teridentifikasi mencakup sayuran hidroponik dan konvensional, ikan lele, telur ayam, pisang, bibit tanaman, serta berbagai jenis umbi-umbian. Selain itu, terdapat produk olahan seperti keripik pisang dan singkong, smoothies pakcoy, nugget lele, manisan pala, peyek, dan nasi kotak.
Keragaman tersebut memberikan peluang bagi kelompok untuk mengembangkan usaha berdasarkan ketersediaan bahan baku, kemampuan produksi, dan karakteristik calon konsumen.
Pasar potensial yang teridentifikasi meliputi masyarakat Mulyaharja, mahasiswa, pengunjung kawasan wisata, serta pihak yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.
Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan usaha yang memadai. Konsistensi kualitas produk, pencatatan keuangan, penguatan merek, dan ketersediaan sarana produksi menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Kebutuhan lahan dan rumah tanam atau greenhouse, serta peningkatan keterampilan pengelolaan usaha, juga menjadi pertimbangan dalam merancang pengembangan kegiatan kelompok.
Penguatan Pemasaran dan Kelembagaan KTD
Sementara itu, KTD Lemah Duhur dan Alam Jaya Makmur memiliki potensi pada berbagai komoditas pertanian, antara lain bayam, kangkung, talas, padi, kacang panjang, nilam, ubi jalar, singkong, dan cabai rawit.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa pemasaran sejumlah komoditas masih bergantung pada pengepul. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mengembangkan strategi pemasaran, memperluas jaringan calon pembeli, dan menyesuaikan pengelolaan hasil panen dengan kebutuhan pasar.
Dari aspek kelembagaan, kelompok memiliki modal sosial berupa pertemuan rutin dan kegiatan gotong royong, termasuk upaya memperbaiki irigasi. Keberadaan peralatan pertanian seperti traktor, pacul, koret, parang, dan arit turut menunjang aktivitas budidaya.
Meski demikian, penguatan permodalan, pengetahuan manajemen kelompok, promosi, dan tata kelola usaha masih menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan.
Pengembangan aspek tersebut diharapkan dapat membantu kelompok memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih efektif.
Pemerintah Kelurahan Dukung Pemberdayaan Potensi Lokal
Pelatihan tersebut turut dihadiri Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono dan Sekretaris Kelurahan Mulyaharja Taufik Hidayat yang mewakili pemerintah kelurahan.
Keterlibatan unsur pemerintah setempat menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi dan kelompok tani. Sinergi para pemangku kepentingan diperlukan agar potensi pertanian lokal dapat diidentifikasi dan dikembangkan sesuai kondisi masyarakat.
Pelaksanaan program ini melibatkan tim dosen Program Studi PPP, yakni Ratih Kemala Dewi, S.P., M.Si., Ph.D.; Restu Puji Mumpuni, S.P., M.Si.; Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU.; Tri Budiarto, S.K.Pm., M.Si.; Agief Julio Pratama, S.P., M.Si.; Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si.; Muhammad Iqbal Nurulhaq, M.Si.; dan Ririh Sekar Mardisiwi, M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, Sylvina Azkyah bertugas sebagai pembawa acara sekaligus co-fasilitator, Widya Hasian Situmeang sebagai fasilitator, serta Revalina Sulaeman, Alleta Aurel Kanayla, dan Muhammad Arif Rahman sebagai asisten.
Melalui pelatihan pengembangan model bisnis ini, hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi landasan bagi KWT Ciharashas dan KTD Lemah Duhur serta Alam Jaya Makmur dalam menentukan prioritas usaha dan menyusun langkah pengembangan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Penguatan perencanaan, koordinasi anggota, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran menjadi aspek penting dalam mendorong usaha pertanian yang lebih terorganisasi.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi potensi lokal sekaligus memperkuat keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.
Tidak ada komentar