banner 970x250
banner 970x250

KAHMI Jaya Angkat Ekonomi Hijau dalam Rangkaian Milad ke-60

Redaktur Pelaksana
23 Okt 2026 11:27
3 menit membaca

SUARAGOVERNMENT.COM | JAKARTA — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jaya menjadikan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-60 KAHMI tahun 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Diskusi Publik bertema “Green Economy, Eco-City: Mengubah Pengurangan Karbon Menjadi Peluang Ekonomi dan Investasi untuk Memulihkan Ekosistem serta Menjaga Kelestarian Bumi” yang digelar di Gedung KNPI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2026).

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan lingkungan di kawasan perkotaan sekaligus membahas peluang ekonomi yang dapat lahir dari upaya pengurangan emisi karbon, investasi berkelanjutan, dan pemulihan ekosistem.

Ketua Umum KAHMI Jaya, M. Ikhwan Ridwan, mengatakan isu lingkungan sengaja diangkat karena memiliki relevansi dengan kondisi pembangunan saat ini. Ia berharap diskusi tersebut dapat memperluas pemahaman keluarga besar KAHMI terhadap persoalan lingkungan dan ekonomi hijau.

“Perayaan Milad KAHMI tahun ini menggelar diskusi terkait lingkungan, dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini. Harapannya, keluarga besar KAHMI bisa lebih mengetahui banyak hal tentang tema yang dibahas,” ujar Ikhwan.

Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, Syamsul Qomar, menyampaikan apresiasi atas langkah KAHMI Jaya yang menghadirkan isu ekonomi hijau dalam rangkaian Milad ke-60. Menurutnya, persoalan pengurangan emisi karbon, investasi berkelanjutan, dan pemulihan ekosistem merupakan isu yang perlu terus mendapat perhatian.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, yakni mantan Menteri Kehutanan RI MS Ka’ban, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Retno Setiowati, pendiri AGP Law Firm Arfa Gunawan, serta Yayang Ruzaldy dari PT ESGIN Global Partners. Kegiatan dimoderatori Effra Fayorisya.

Dalam forum tersebut, MS Ka’ban membahas pentingnya sinergi Jakarta dengan daerah-daerah penyangga dalam menghadapi persoalan lingkungan. Retno Setiowati mengulas pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik sebagai salah satu pendekatan dalam mengurangi tekanan lingkungan perkotaan.

Sementara itu, Arfa Gunawan memberikan perspektif mengenai landasan konstitusional penerapan ekonomi hijau. Yayang Ruzaldy membahas potensi nilai ekonomi karbon serta pemanfaatan ruang perkotaan untuk mendukung penghijauan.

Ketua Panitia Milad ke-60 KAHMI Jaya, Selphiyarna, menjelaskan bahwa diskusi publik tersebut menjadi kegiatan pembuka dari sejumlah agenda yang telah disiapkan untuk memperingati enam dekade KAHMI.

“Kegiatan Diskusi Publik ini merupakan kegiatan pertama atau pembuka dari rangkaian kegiatan lainnya, yaitu donor darah, cek kesehatan gratis, jalan sehat, dan agenda lainnya,” kata Selphiyarna.

Selain diskusi publik, rangkaian Milad ke-60 KAHMI Jaya akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, jalan sehat, serta agenda lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KAHMI Jaya berupaya menjadikan momentum Milad ke-60 tidak hanya sebagai peringatan perjalanan organisasi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan