banner 970x250
banner 970x250

Ratu Entok Resmi Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama, Fauzan Ohorella: Bentuk Kehadiran Negara

Redaktur Pelaksana
10 Okt 2024 23:11
Berita 0
2 menit membaca

SUARA GOVERNMENT – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku (DPP Al-Mulk) memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Polri dalam menangkap pelaku intoleransi, termasuk Ratu Entok yang mengolok-olok gambar Yesus Kristus melalui media sosial. Penangkapan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan melawan aksi intoleran di Indonesia.

Ketua Umum DPP Al-Mulk, Fauzan Ohorella, dalam pernyataannya menegaskan bahwa aksi intoleransi seperti ini tidak boleh dibiarkan berkembang di Tanah Air. Menurutnya, agama adalah soal keyakinan pribadi, dan tindakan intoleran menunjukkan adanya keraguan dalam memahami keyakinan tersebut.

“Kita sering kali berteriak atas nama Agama dan Tuhan, tapi faktanya, keyakinan kita terhadap hubungan antar sesama manusia masih lemah, sampai-sampai kita memerangi saudara umat beragama lain,” kata Fauzan. (10/10).

Fauzan menambahkan, bahwa persoalan intoleransi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Langkah cepat Polri, menurutnya, merupakan bukti bahwa negara hadir dalam melindungi hak-hak setiap warga, tanpa memandang agama, suku, atau ras.

“Kami mengapresiasi Polri yang berhasil menangkap pelaku intoleransi seperti Ratu Entok. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kerukunan dan menunjukkan bahwa hukum tetap tegak bagi semua,” tambah Fauzan.

Aktivis asal Maluku ini juga mengingatkan bahwa intoleransi adalah persoalan sensitif yang dapat memicu konflik horizontal, seperti yang pernah terjadi dalam konflik Ambon 25 tahun silam. Oleh karena itu, dia menekankan perlunya penanganan yang serius, massif, dan komprehensif dalam mengatasi masalah intoleransi.

“Intoleransi dapat menyebabkan kesenjangan dan konflik. Kita tidak ingin sejarah kelam seperti konflik Ambon terulang lagi. Penanganannya harus menyeluruh,” jelas Fauzan.

Di akhir pernyataannya, Fauzan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung institusi Polri dalam menegakkan hukum terhadap pelaku intoleransi. Dia juga menekankan pentingnya menjaga kebhinekaan dan toleransi yang menjadi ciri khas NKRI.

“Kita harus mendukung aparat dalam melawan intoleransi. NKRI adalah contoh moderasi bagi dunia, dan kita harus bangga serta terus menjaga kerukunan dan kebhinekaan itu,” tutupnya.

Dengan tindakan tegas dari Polri, diharapkan aksi intoleransi tidak lagi berkembang dan masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam keberagaman.