banner 970x250
banner 970x250

Hasyim SE Rayakan Hari Santri dengan Aksi Humanis: Berbagi Bersama Anak Panti di Medan

Redaktur M Filky
24 Okt 2025 19:27
2 menit membaca

SUARA GOVERNMENT, Medan – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan cara yang berbeda.

Bersama Koalisi Aktivis Mahasiswa dan Rakyat Pergerakan Sumatera Utara (KAMAR-PASU), Hasyim menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 200 paket makanan kepada masyarakat dan anak-anak panti asuhan di Kota Medan, Selasa (22/10/2025).

Kegiatan bertema “Berbagi dalam Keberagaman” itu berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Hasyim tampak turun langsung membagikan paket makanan kepada warga dan anak-anak sambil berbincang santai.

Ia menyebut semangat Hari Santri adalah semangat gotong royong dan ketulusan dalam berbuat.

“Santri mengajarkan kita arti ketulusan dan pengabdian. Hari ini kita meneladani nilai itu dengan aksi nyata: berbagi dan mempererat persaudaraan,” ujar Hasyim.

Ketua KAMAR-PASU, Nur Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian bersama lintas agama dan latar belakang.

Menurutnya, Hari Santri bukan hanya milik umat Islam, tetapi momentum kebangsaan untuk meneguhkan nilai persaudaraan dan cinta tanah air.

“Bersama Pak Hasyim, kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai santri bisa dihidupkan oleh siapa pun yang mencintai Indonesia,” kata Nur Ahmad, didampingi panitia kegiatan, Maulida WP.

Sebagai Ketua PDI Perjuangan Medan, Hasyim dikenal aktif memperjuangkan politik yang humanis dan toleran.

Meski berlatar belakang non-Muslim, ia kerap hadir dalam kegiatan keagamaan lintas iman. “Persaudaraan sejati lahir dari ketulusan hati, bukan dari kesamaan keyakinan,” ucapnya.

Gerakan sosial Hasyim SE dan KAMAR-PASU ini juga sejalan dengan arahan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang sebelumnya mendukung pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

Dukungan itu disebut Hasyim sebagai langkah penting memperkuat peran pesantren dalam membangun karakter kebangsaan.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Penguatan terhadap lembaga ini bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk seluruh bangsa Indonesia,” tambahnya.

Nur Ahmad berharap aksi sosial ini bisa menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap sesama dan memperkuat semangat toleransi.

Ia menyebut Hasyim sebagai contoh nyata bahwa politik bisa menjadi sarana pemersatu.

“Pak Hasyim hadir bukan hanya sebagai politisi, tapi juga sebagai sahabat bagi semua kalangan,” ujar Nur Ahmad.

Sementara itu, Maulida WP menyampaikan apresiasi atas dukungan Hasyim SE yang dinilainya konsisten hadir di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tapi juga berbagi kasih dan semangat kebersamaan,” tuturnya.

Momentum Hari Santri Nasional tahun ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa perjuangan dan cinta tanah air melampaui sekat agama.

Melalui aksi berbagi bersama anak-anak panti dan masyarakat, Hasyim SE menunjukkan wajah politik yang hangat dan humanis — politik yang membumi dan berpihak pada kemanusiaan. (Red)