
SUARAGOVERNMENT.COM | MERAUKE — Pemerintah Provinsi Papua Selatan memberikan dukungan terhadap pengembangan sagu sebagai salah satu komoditas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan Pascalis Imadawa dalam audiensi bersama Guru Besar IPB University Prof. M.H. Bintoro dan Tim Sagu Ekspedisi Patriot IPB University di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai strategi pengembangan sagu secara terpadu.
Sejumlah aspek yang dibahas meliputi pemanfaatan potensi sagu lokal, pengembangan produk olahan, pemberdayaan masyarakat, penguatan pasar, hingga peluang memasukkan program pengembangan sagu dalam perencanaan pembangunan dan anggaran pemerintah daerah.
Guru Besar IPB University Prof. M.H. Bintoro menyampaikan bahwa Papua memiliki potensi sagu yang sangat besar. Keberadaan hamparan sagu yang luas dinilai menjadi aset penting bagi daerah dalam membangun sistem pangan berbasis sumber daya lokal.
Menurutnya, sagu tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional.
Dengan dukungan teknologi dan pengelolaan yang tepat, komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dan bahan baku yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.
Tim Sagu Ekspedisi Patriot IPB University kemudian memaparkan hasil pendampingan yang dilakukan bersama masyarakat.
Pendampingan tersebut mencakup pengembangan budidaya sagu, pemanfaatan hasil samping, penguatan pemasaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta diversifikasi produk.
Di sektor budidaya, tim mengembangkan pembibitan sagu yang dipadukan dengan budidaya ikan lele. Ampas sagu juga dimanfaatkan agar memiliki nilai guna, antara lain sebagai bahan kompos hortikultura, pakan ternak, serta media untuk pengembangan jamur tiram dan jamur merang.
Pada sisi ekonomi, pendampingan diarahkan untuk membangun rantai pasok lokal. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah business matching dengan mempertemukan kelompok pengolah sagu, pelaku UMKM, dan calon pembeli.
Skema tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk masyarakat.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari program. Tim mendorong peningkatan kapasitas guru dan penyuluh pertanian agar pengetahuan mengenai konservasi, budidaya, dan pengolahan sagu dapat diteruskan kepada generasi muda.
Sementara itu, di Kampung Tambat dilakukan pengembangan sejumlah produk turunan berbasis tepung sagu. Produk yang dikembangkan mencakup mi sagu, beras sagu, gula cair sagu atau Sagula, serta berbagai produk makanan beku berbahan dasar sagu.
Dalam evaluasi program, Tim Sagu Ekspedisi Patriot IPB University turut menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat di lapangan.
Beberapa di antaranya terkait ketepatan penyaluran bibit sagu dan kebutuhan mesin pengolahan untuk mendukung produksi tepung serta berbagai produk turunannya.
Wakil Gubernur Papua Selatan Pascalis Imadawa menyambut positif hasil pendampingan tersebut.
Pemprov Papua Selatan menilai pengembangan sagu perlu dilakukan melalui pendekatan yang menggabungkan kepentingan pangan, ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelestarian lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Papua Selatan akan menggelar koordinasi teknis dengan sejumlah organisasi perangkat daerah.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan akan dilibatkan dalam pembahasan program lanjutan.
Koordinasi tersebut akan diarahkan untuk menyusun proposal dan perencanaan program secara tertulis.
Salah satu fokusnya adalah mengintegrasikan agenda hilirisasi sagu dan aspek perizinan produk olahan ke dalam perencanaan serta penganggaran daerah.
Pemprov Papua Selatan berharap kolaborasi dengan IPB University dan masyarakat dapat menghasilkan model pengembangan sagu yang berkelanjutan.
Dengan penguatan dari sisi produksi, teknologi pengolahan, pemasaran dan kelembagaan, sagu diharapkan mampu menjadi sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pengembangan komoditas sagu tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi Papua Selatan dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal, sekaligus memastikan kekayaan sumber daya alam memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar