
Pontianak – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wartawan Reaksi Cepat (PWRC) Kalimantan Barat resmi dilantik dalam sebuah acara penuh semangat dan inspirasi, Jumat (tanggal pelantikan bisa disesuaikan).
Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga wadah berbagi semangat dan nilai-nilai perjuangan yang melatarbelakangi lahirnya organisasi ini.
Ketua Panitia Pelaksana, Stenly Teguh, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya pelantikan dalam waktu singkat. “Ibarat Sangkuriang, kita membangun acara ini dalam semalam, tapi penuh semangat luar biasa,” ujarnya di hadapan peserta.
Ketua DPD PWRC Kalbar yang baru dilantik, Abdullah, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan organisasi di Kalimantan Barat serta membangun kolaborasi positif dengan berbagai pihak.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan oleh Ketua Umum PWRC, Kornelius Wau.
Hadir dalam acara, Kepala Kantor Direktorat Pemasyarakatan, Teguh Wibowo, menyampaikan harapannya agar PWRC mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat.
Sementara itu, Ketua Umum PWRC, Kornelius Wau, membakar semangat hadirin dengan menyampaikan kisah inspiratif tentang lahirnya organisasi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa PWRC terbentuk dari keresahan sejumlah jurnalis yang merasa kesulitan menjalin komunikasi dengan institusi pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Sebelum saya kumpulkan teman-teman, saya sudah siapkan konsep dan nama organisasi. Ada tiga nama yang saya tawarkan, dan akhirnya kita sepakat memilih Persatuan Wartawan Reaksi Cepat. Itulah titik awal, di Januari 2023,” ungkap Kornelius.
Ia juga membagikan pengalaman perjuangan dalam mendaftarkan organisasi ke Ditjen AHU, yang memakan waktu hampir tiga bulan.
“Saya follow up hampir setiap hari. Sampai akhirnya kita memiliki legal standing resmi. Ini bukan hal kecil, tapi langkah besar,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Kornelius menegaskan filosofi kuat yang menjadi dasar PWRC. Menurutnya, media memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibanding senjata api. “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu berita bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala. Jika salah, bisa jadi bencana. Tapi jika benar, bisa menjadi berkah,” tegasnya.
PWRC, lanjut Kornelius, bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang kebijaksanaan. Informasi harus disampaikan dengan cepat, namun tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tercermin dalam jargon organisasi: Berani, Tegas, Cepat, Bijak.
Ia pun mengurai nilai-nilai dasar PWRC:
1. Berani – Mengungkap fakta secara objektif dan berdasarkan data nyata.
2. Tegas – Menyampaikan kebenaran tanpa asumsi atau narasi yang berbelit.
3. Cepat – Bergerak cepat mengungkap fakta agar publik tidak tertinggal informasi.
4. Bijak – Mencerna informasi secara mendalam sebelum disajikan ke publik, demi akurasi dan edukasi yang bertanggung jawab.
Dengan fondasi legal, ideologis, dan struktural yang kini kokoh, PWRC Kalimantan Barat berkomitmen untuk berada di garda terdepan dalam menyajikan informasi yang berani, tegas, cepat, dan bijak demi kepentingan publik dan kemajuan bangsa. (Hans)