banner 970x250
banner 970x250

Bang Saiful Ramat Dasuki Tutup Raker, Bamus Betawi 1982 Siapkan Langkah Nyata untuk Jakarta Masa Depan

Redaktur M Filky
14 Jun 2025 20:12
Berita 0
2 menit membaca

Bogor – Rapat Kerja (Raker) I Bamus Suku Betawi 1982 resmi ditutup Wakil Ketua Umum Saiful Ramat Dasuki, mantan Wakil Menteri Agama RI. Dalam penutupan di Green Forest Hotel, Bogor, Sabtu (14/6/2025), Saiful menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan peran strategis masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta.

Dalam sambutannya, Waketum menyampaikan lima arahan utama:

  1. Konsolidasi internal organisasi sebagai langkah awal memperkuat struktur dan kinerja Bamus Suku Betawi 1982.
  2. Pemberdayaan kader yang belum masuk kepengurusan, dengan membuka ruang kontribusi melalui berbagai departemen organisasi.
  3. Dukungan terhadap Ketum Bamus 1982 untuk menjadi bagian dari Dewan Aglomerasi Jakarta, agar suara masyarakat Betawi ikut menentukan arah pembangunan kawasan metropolitan pasca UU DKJ.
  4. Perjuangan agar terbit Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi, termasuk pembentukan Majelis Kaum Betawi sebagai lembaga representatif budaya lokal.
  5. Usulan agar Sekretaris Daerah DKI Jakarta berasal dari tokoh Betawi, sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi masyarakat inti ibu kota.

“Kita tidak bisa hanya jadi penonton. Sudah saatnya orang Betawi ambil peran strategis dalam mengelola kotanya sendiri,” tegas Saiful Ramat.

Sebelumnya, Sekjen Bamus 1982, Muhammad Ikhsan, menegaskan bahwa Raker ini menjadi forum konsolidasi pascapelantikan pengurus baru. Fokus pembahasan mencakup penyusunan aturan organisasi serta respons terhadap dinamika Jakarta pasca status Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Sementara Ketua Pelaksana Raker, Bang Juned, menyoroti pentingnya percepatan gerak masyarakat Betawi menghadapi tantangan baru, termasuk perpindahan ibu kota ke Nusantara dan pengelolaan dana abadi kebudayaan.

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan, Ichwan Ridwan (Bang Boim), menambahkan bahwa hasil Raker ini memperkuat sinergi antara Bamus dan Pemprov DKJ.

“Jakarta menuju usia 500 tahun. Kita harus pastikan abad ke-6 jadi puncak peradaban Betawi,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi dan visi kebudayaan jangka panjang, Bamus Suku Betawi 1982 menegaskan komitmennya sebagai penggerak utama dalam menjaga dan memajukan warisan leluhur di tengah arus modernisasi Jakarta.