
SUARAGOVERNMENT | JAKARTA — Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI) DKI Jakarta mengapresiasi upaya Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta bersama Wakil Direktur Intelkam Polda Metro Jaya, AKBP Eka Baasith Syamsuri, S.I.K., M.Si., dalam memfasilitasi komunikasi dan dialog untuk membahas berbagai persoalan sosial yang berkembang di Ibu Kota.
Koordinator Daerah GPPMI DKI Jakarta, Anggiat Andreas Purwanto, menilai komunikasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pencegahan tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta penyebaran informasi bohong atau hoaks yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Anggiat, tantangan sosial di Jakarta membutuhkan penanganan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
Sinergi antar elemen tersebut diperlukan agar upaya pencegahan tidak hanya berorientasi pada penanganan masalah setelah terjadi, tetapi juga menyentuh edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat sejak dini.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kesbangpol DKI Jakarta dan AKBP Eka Baasith Syamsuri atas fasilitasi ruang dialog yang memungkinkan berbagai pihak membicarakan persoalan bersama.
Anggiat berharap komunikasi tersebut dapat berlanjut dalam bentuk program yang terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, pemuda, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Persoalan tawuran, bahaya narkoba, dan hoaks tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian bersama serta langkah nyata yang berkelanjutan,” ujar Anggiat.
Ia juga menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diterapkan melalui kemitraan yang terbuka, pendekatan humanis, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, kepercayaan publik dan komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam mencegah potensi konflik serta menciptakan situasi yang kondusif.
Dalam konteks kepemudaan, Anggiat mengajak generasi muda agar berperan aktif dalam kegiatan positif dan tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, pemuda diharapkan mampu menjadi pelopor literasi digital dengan membiasakan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada publik.
“Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kita perlu membangun kesadaran untuk menjauhi narkoba, mencegah tawuran, dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
GPPMI DKI Jakarta berharap sinergi yang telah terbangun dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan edukasi, pembinaan generasi muda, sosialisasi bahaya narkoba, serta penguatan literasi digital di tengah masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi warga dalam menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.
Anggiat menegaskan, GPPMI DKI Jakarta siap mengambil bagian secara konstruktif dalam mendukung upaya pencegahan persoalan sosial dan memperkuat hubungan antara masyarakat dengan pemangku kepentingan terkait.
“Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus tercermin dalam tindakan nyata, gotong royong, dan kepedulian sosial. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk mendukung Jakarta yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya. (Red)
Tidak ada komentar