banner 970x250
banner 970x250

LAKB Gelar Rapat Perdana, Bahas Penguatan Adat dan Kebudayaan Betawi

Redaktur M Filky
5 Okt 2026 19:47
2 menit membaca

JAKARTA — Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) menggelar rapat perdana setelah pengukuhan Dewan Adat pada Senin (5/10/2026). Rapat tersebut membahas konsolidasi organisasi hingga penguatan kelembagaan dalam menjaga dan mengembangkan adat serta kebudayaan Betawi.

Rapat berlangsung di Sekretariat LAKB, Gedung C, Kantor Pariwisata, Jalan Kuningan Barat Raya No. 2, RT 01/RW 01, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Adat LAKB, Datuk Mualim Ahlul Adat Dr. Ing. H. Fauzi Bowo. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari konsolidasi organisasi, penguatan internal dan kelembagaan, persiapan rapat kerja lembaga, hingga berbagai isu kebetawian yang berkembang di tengah masyarakat.

Fauzi Bowo mengatakan konsolidasi menjadi langkah awal untuk menyatukan visi dan memperkuat koordinasi di dalam lembaga.

“Kita ingin membangun kelembagaan yang solid, tertata, dan memiliki kesamaan visi. Dengan begitu, LAKB dapat menjalankan perannya dalam menjaga adat, tradisi, sejarah, dan kebudayaan Betawi secara lebih optimal.”

Menurutnya, penguatan kelembagaan diperlukan agar keberadaan LAKB dapat berperan dalam merespons berbagai persoalan kebetawian yang berkembang seiring perubahan Jakarta.

Pembahasan juga diarahkan pada persiapan Rapat Kerja LAKB. Forum tersebut diharapkan dapat merumuskan program kerja yang terarah dan terukur, khususnya dalam pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan Betawi.

“Adat dan kebudayaan Betawi harus tetap hidup dan berkembang. Karena itu, kita perlu merumuskan program yang konkret dan mampu menjawab tantangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi jati diri masyarakat Betawi,” ujar Fauzi Bowo.

Konsolidasi internal menjadi bagian penting dalam agenda tersebut. LAKB mendorong koordinasi antarelemen lembaga agar berbagai program dan kegiatan dapat berjalan dalam satu arah.

Rapat perdana ini sekaligus menjadi pijakan awal LAKB untuk membangun fondasi organisasi dan menyusun agenda ke depan. Penguatan kelembagaan diharapkan dapat memperkuat peran LAKB dalam menjaga eksistensi adat dan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan Jakarta.

LAKB menyatakan komitmennya untuk terus merawat adat dan tradisi serta mendorong kebudayaan Betawi agar tetap memiliki ruang dan relevansi dalam kehidupan masyarakat Jakarta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan