
SUARAGOVERNMENT.COM | JAWA TIMUR — Sekretaris Jenderal Partai Hanura Benny Rhamdani menegaskan bahwa kekuasaan politik harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan dijadikan sebagai tujuan akhir dalam perjuangan politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Benny saat memimpin rangkaian konsolidasi Partai Hanura di Jawa Timur, termasuk bersama jajaran pengurus dan kader Hanura di Kabupaten Nganjuk, Senin (25/8/2026).
Konsolidasi tersebut diikuti jajaran KSB dan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Hanura Jawa Timur, DPC Hanura Nganjuk, 20 Pimpinan Anak Cabang (PAC), 284 ranting, serta anggota DPRD Kabupaten Nganjuk dari Partai Hanura.
Dalam agenda tersebut, Benny menekankan pentingnya memperkuat ideologi partai dan membangun politik yang berpijak pada kepentingan rakyat. Konsolidasi dinilai tidak sekadar berkaitan dengan penguatan struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi dan menjaga militansi kader.
Benny mendorong kader Hanura memiliki karakter sebagai “kader singa”, yakni kader yang berani, tangguh, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi berbagai dinamika dan persaingan politik.
Menurutnya, kekuasaan yang diperoleh melalui proses politik harus digunakan untuk menjalankan agenda perjuangan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, kader Hanura diminta tidak hanya berkutat dalam aktivitas internal partai. Mereka juga didorong untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus memahami persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain akses pendidikan dan kesehatan, kebutuhan petani terhadap pupuk dan bibit, serta pembangunan infrastruktur di tingkat desa.
Rangkaian konsolidasi di Jawa Timur sebelumnya diawali dengan agenda di Surabaya yang diikuti seluruh DPC Partai Hanura se-Jawa Timur dan anggota DPRD Partai Hanura se-Jawa Timur.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi bersama struktur dan kader Hanura di Nganjuk.
Penguatan struktur hingga tingkat PAC dan ranting menjadi salah satu fokus Partai Hanura dalam mempersiapkan mesin organisasi menghadapi Pemilu 2029.
Konsolidasi juga diarahkan untuk meningkatkan koordinasi antara pengurus, kader, dan anggota legislatif di daerah.
Sebelum menjalankan rangkaian agenda di Jawa Timur, jajaran DPP Partai Hanura juga melakukan kegiatan sosial di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi.
Melalui rangkaian konsolidasi dan kegiatan sosial tersebut, Hanura berupaya memperkuat organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Penguatan kader di daerah diharapkan dapat menjadi fondasi bagi partai dalam menghadapi dinamika politik dan tahapan menuju Pemilu 2029.