banner 970x250
banner 970x250

PERDOKMIL Resmi Bertransformasi Jadi PERTASINDO, Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional

Redaktur M Filky
12 Jul 2026 11:09
Berita 0
4 menit membaca

Jakarta – Perkumpulan Kedokteran Militer (PERDOKMIL) resmi bertransformasi menjadi Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO). Perubahan nama tersebut dikukuhkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konsolidasi PERDOKMIL yang digelar di Hermina Grand Ballroom, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Transformasi itu menjadi langkah organisasi untuk memperluas kolaborasi dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional. Jika sebelumnya berfokus pada komunitas kedokteran militer, kini PERTASINDO membuka ruang sinergi yang lebih luas dengan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, rumah sakit, organisasi profesi, industri kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat.

Ketua Umum PERDOKMIL, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.D.V.E., M.Biomed (AAM), MARS, S.H., M.H., FINSDV, FAADV, FIMMA, mengatakan tantangan kesehatan ke depan tidak lagi dapat dihadapi oleh satu kelompok profesi saja.

“Tantangan kesehatan di masa depan tidak lagi dapat dihadapi hanya oleh komunitas kedokteran militer. Karena itu, organisasi perlu bertransformasi agar mampu menghimpun seluruh pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan dan ketahanan nasional,” ujar Dian dalam sambutannya.

Menurut Dian, perubahan menjadi PERTASINDO merupakan strategi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ketahanan kesehatan sebagai salah satu pilar ketahanan nasional. Ia menilai penguatan sumber daya manusia, sistem pelayanan kesehatan, inovasi, riset, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai ancaman kesehatan, baik dalam situasi normal maupun krisis.

Dalam kesempatan tersebut, organisasi juga memperkenalkan jajaran Dewan Pembina yang dihuni sejumlah tokoh dari bidang kesehatan dan pertahanan. Salah satunya Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP., M.M., FINASIM, FIMMA, yang saat ini menjabat Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan. Kehadiran jajaran pembina itu diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pertahanan dan pembangunan ketahanan kesehatan nasional.

Munas turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Dewan Pengawas PERDOKMIL sekaligus Ketua Dewan Jamu Nasional, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Daniel Tjen, Sp.S., FIMMA. Dalam paparannya, ia menyoroti jamu sebagai warisan bangsa yang dinilai memiliki potensi menjadi modal strategis dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional. Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, FIMMA, menegaskan keberhasilan implementasi Universal Health Coverage (UHC) sangat bergantung pada ketahanan sistem kesehatan secara menyeluruh.

Pada rangkaian Munas, PERDOKMIL juga memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota yang dinilai berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan organisasi maupun dunia kesehatan. Penghargaan diberikan kepada Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.Em., Sub.Sp.Tok(K), FICEP, FIMMA sebagai Peneliti Bisa Ular; Marsma TNI Dr. dr. Dewi Gathmyr, Sp.PD., Subsp.GH(K), M.S., M.Tr(Han)., MARS., FINASIM., FIHFAA., FIMMA sebagai Lulusan Terbaik Program Studi Doktoral; serta Brigjen TNI Dr. Dr. Dr. dr. Jonny, Sp.PD., K-GH., M.Kes., MM., DCN., FINASIM., DABRM., FISN., FIMMA sebagai pemilik gelar terpanjang dengan kelulusan tiga program studi doktoral. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, FIMMA sebagai keynote speaker, Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Daniel Tjen, Sp.S., FIMMA sebagai narasumber, serta Mayjen TNI (Purn.) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Dr. dr. Rita Lahirin, Dr. dr. Nenden Lilis Setiasih, dan Dr. dr. Liza Widjaja sebagai presenter paling aktif. Sementara penghargaan anggota PERDOKMIL paling aktif diberikan kepada dr. Renauld Koswiranagara, Lissa Imelia, S.H., dan Dr. rer. nat. Meta Adityawarman, S.E.

Musyawarah Nasional diikuti pengurus pusat dan perwakilan PERDOKMIL dari sejumlah daerah. Selain menetapkan transformasi organisasi menjadi PERTASINDO, forum tersebut juga membahas penyusunan program kerja, penetapan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta strategi pengembangan organisasi agar mampu menjawab tantangan kesehatan nasional maupun global.

Melalui transformasi tersebut, PERTASINDO diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai program yang adaptif terhadap dinamika tantangan kesehatan di masa depan. (Hans)