banner 970x250
banner 970x250

Acara Konsolidasi Aktivis 98 Pro Demokrasi Dinilai Mahasiswa Telah Ditunggani Oknum Kelompok Tertentu

Redaktur Pelaksana
1 Feb 2024 20:40
Berita 0
2 menit membaca

SUARA GOVERMENT – Gerakan Aktivis Milenial Indonesia (GAMI) hari ini mendatangi kantor Kemenkopolhukam RI dalam rangka aksi unjuk rasa meminta Menkopolhukam untuk tertibkan acara Konsolidasi Pro Demokrasi Aktivis 98 yang dilaksanakan tanggal 21 Januari 2024, dinilai mahasiswa penuh dengan tindakan provokatif.

“Pesta demokrasi pemilu 2024 semestinya disambut dengan sikap dan pernyataan yang damai dan menyejukan, karena untuk mensukseskan pemilu 2024 yang aman dan damai ini butuh pikiran dan hati yang dingin, tidak saling memprovokasi dan mendiskreditkan pihak lainnya”. Kata Reza selaku Koordinator Aksi. (01/02).

Lanjutnya, “hari ini kami datang ke depan kantor Kemenkopolhukam ingin menyampaikan beberapa pernyataan sikap terkait dengan tindakan yang sangat tendensius yang telah di sampaikan oleh kelompok aktivis 98 dalam acara konsolidasi pro demokrasi mahasiswa dan aktivis 98 yang telah berlangsung dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2024”. Tegas Reza.

Menurut Reza, acara yang di inisiasi oleh kelompok aktivis 98 ini penuh dengan kepentingan politik terselubung. Kelompok ini menggiring opini terkait dinasti politik, menjadikan tameng isu pelanggaran HAM dan Neo Orde Baru sebagai instrumen untuk menyudutkan salah satu paslon tertentu.

Dikatakannya lagi, permasalahan HAM memang butuh keseriusan semua pihak untuk mengatasi dan menyelesaikannya, tetapi kenapa seolah-olah hanya dijadikan “produk komoditas” oleh kelompok aktivis 98 yang merasa kecewa, dan ironisnya lagi isu HAM selalu dimunculkan menjelang momentum pemilu saja dengan target untuk membunuh karakter salah satu paslon.

“Seharusnya momentum pemilu 2024 ini tidak dicampuri dengan kepentingan politik tertentu dan tidak dijadikan alat untuk saling menyerang oleh sebagian kelompok yang mengatasnamakan HAM”. Ungkap Reza.

Dalam momentum pemilu 2024 ini seharusnya semua pihak dapat bekerjasama menguatkan solidaritas, supaya pemilu 2024 yang sakral ini dapat berjalan dengan aman, damai dan tanpa adanya tindakan provokasi yang saling menjatuhkan.

Indikasi bahwa acara konsolidasi aktivis 98 pro demokrasi tersebut adalah pesanan dari kubu paslon tertentu supaya terjadi polarisasi di masyarakat. Hal ini tentu tidak baik dan sangat merugikan masyarakat seluruhnya dan sama saja kelompok ini sedang menggiring opini kepada publik secara tidak fair.

“Kami dari Gerakan Aktivis Milenial Indonesia meminta Menkopolhukam RI tertibkan manuver konsolidasi pro demokrasi aktivis 98 yang dinilai provokatif, lalu kami minta Aparat Penegak Hukum untuk tindak tegas inisiator acara konsolidasi pro demokrasi aktivis 98 tertanggal 21 Januari 2024”.

Kemudian, kami juga minta supaya dalang dibalik acara konsolidasi pro demokrasi aktivis 98 yang memecah belah bangsa untuk di tindak tegas. Kami menilai nahwa konsolidasi pro demokrasi aktivis 98 telah mendiskreditkan lembaga Negara dan terindikasi ditunggangi Capres-Cawapres tertentu. Tegas Reza kepada awak media, sebelum membubarkan aksinya. (***)