banner 970x250
banner 970x250

GEMURA Launching Nusantara Youth Conference sebagai Panggung Kolaborasi Nasional, Bersinergi dengan Kemenpora Menuju Indonesia Emas 2045

Redaktur M Filky
7 Sep 2026 19:43
Berita 0
5 menit membaca

Jakarta — Gerakan Muda Untuk Rakyat (GEMURA) resmi meluncurkan Nusantara Youth Conference (NYC) sebagai panggung kolaborasi nasional bagi generasi muda Indonesia dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP GEMURA.

Peluncuran tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam agenda konsolidasi nasional GEMURA yang mengusung tema “Asta Cita: Generasi Muda sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.”

Momentum peluncuran NYC turut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, bersama para tokoh nasional, pembina, pengurus organisasi kepemudaan, komunitas, serta generasi muda dari berbagai daerah.

Nusantara Youth Conference dihadirkan GEMURA sebagai ruang yang mempertemukan berbagai elemen kepemudaan dan masyarakat untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, serta melahirkan kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi bangsa.

Koordinator Presidium DPP GEMURA, Rajih Musaad, menegaskan bahwa NYC lahir dari kebutuhan untuk menciptakan ruang perjumpaan bagi generasi muda di tengah semakin kuatnya fragmentasi sosial dan politik di era digital.

“Kami ingin Nusantara Youth Conference menjadi panggung kolaborasi nasional. Bukan hanya tempat anak muda berkumpul dan berbicara, tetapi ruang untuk mempertemukan gagasan, membangun jaringan, dan melahirkan kerja nyata bagi Indonesia.”

Menurut Rajih, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, atau pembangunan infrastruktur. Dibutuhkan pula kemampuan bangsa untuk menjaga persatuan dan membangun kolaborasi lintas kelompok.

Karena itu, NYC dirancang untuk mempertemukan organisasi kepemudaan, komunitas, mahasiswa, pelaku usaha, akademisi, pekerja kreatif, pemerintah, hingga masyarakat akar rumput dalam satu ekosistem kolaborasi nasional.

Membangun Jembatan Menuju Indonesia Emas

Peluncuran NYC merupakan bagian dari gagasan besar GEMURA untuk membangun jembatan di antara berbagai elemen bangsa.

Dalam sambutannya pada Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA, Rajih menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak boleh dipandang sebagai proyek satu partai maupun satu pemerintahan.

“Indonesia Emas bukan proyek milik satu partai, bukan juga proyek milik satu pemerintahan. Indonesia Emas adalah proyek kebangsaan yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.”

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis untuk menjadi penghubung antara masyarakat di tingkat akar rumput dengan dunia usaha dan para pemangku kebijakan.

“Anak muda hari ini yang mendapatkan akses pendidikan, teknologi, maupun privilege harus mampu menjadi jembatan antara grassroot, para pelaku usaha, dan pemangku kebijakan,” ujar Rajih.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan GEMURA melalui Nusantara Youth Conference.

NYC diharapkan menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan berbagai perspektif dan kepentingan, sehingga energi generasi muda dapat diarahkan dari sekadar perdebatan menuju kolaborasi dan aksi nyata.

Menjawab Polarisasi di Kalangan Anak Muda

Selain menjadi ruang kolaborasi, NYC juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk menjawab tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi, khususnya fenomena polarisasi afektif.

Rajih menilai bahwa perkembangan algoritma media sosial telah membuat masyarakat semakin mudah terjebak dalam ruang informasi yang homogen.

“Algoritma mempertemukan kita dengan apa yang ingin kita dengar, bukan dengan apa yang perlu kita pahami.”

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memperbesar jarak antarkelompok. Perbedaan pilihan politik yang seharusnya menjadi hal biasa dalam demokrasi dapat berubah menjadi ketidakpercayaan bahkan kebencian terhadap kelompok yang berbeda.

Karena itu, dibutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan yang memungkinkan anak muda berdialog secara langsung, memahami perbedaan, dan menemukan titik temu. Nusantara Youth Conference hadir dengan semangat tersebut.

“Anak muda jangan hanya dipertemukan untuk berdebat. Kita harus mempertemukan anak muda untuk membangun sesuatu,” kata Rajih.

Apresiasi GEMURA kepada Kemenpora

GEMURA juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) atas ruang sinergi yang diberikan kepada Nusantara Youth Conference dengan mengakomodasinya sebagai side event Kemenpora.

Bagi GEMURA, keterlibatan Kemenpora menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kepemudaan yang memberikan ruang lebih luas bagi inisiatif yang lahir dari organisasi dan komunitas anak muda.

Rajih menilai bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan merupakan bentuk kolaborasi yang diperlukan untuk memastikan energi generasi muda dapat terhubung dengan agenda pembangunan nasional.

“Kami mengapresiasi Kemenpora yang memberikan ruang bagi Nusantara Youth Conference untuk menjadi bagian dari side event Kemenpora. Ini menunjukkan bahwa pemerintah membuka ruang bagi anak muda untuk mengambil peran dan menghadirkan gagasan bagi masa depan Indonesia.”

GEMURA berharap sinergi tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak ruang kolaborasi bagi organisasi, komunitas, dan generasi muda dari berbagai daerah.

Dari Miangas sampai Rote

Rajih menegaskan bahwa semangat Nusantara Youth Conference tidak berhenti pada Jakarta maupun kelompok tertentu.

NYC diharapkan dapat menjadi panggung yang membawa suara dan gagasan generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia, dari pusat hingga daerah, dari komunitas hingga organisasi, serta dari kelompok profesional hingga masyarakat akar rumput.

Menurutnya, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 harus menjadi perjalanan bersama.

“Dari buruh, petani, nelayan, guru-guru honorer, mahasiswa, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat grassroot, semuanya memiliki peran dalam membangun Indonesia.”

Karena itu, GEMURA mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai bagian dari proses pembangunan nasional dan membantu Presiden mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Presiden tidak bisa membangun Indonesia sendirian. Kita semua harus menjadi bagian dari jembatan itu.”

Menutup sambutannya, Rajih menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menghabiskan energi dalam perdebatan yang berujung pada perpecahan.

“Tantangan generasi muda hari ini bukan sekadar memenangkan perdebatan yang berujung perpecahan, tetapi bagaimana memenangkan masa depan.”

Melalui Nusantara Youth Conference, GEMURA ingin mengubah energi tersebut menjadi energi kolaborasi—mempertemukan anak muda, mempertemukan gagasan, dan mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam satu panggung nasional.

Dari Miangas sampai Rote, dari grassroot hingga pusat kebijakan, NYC diharapkan menjadi bagian dari jembatan besar menuju Indonesia Emas 2045.

GEMURA menegaskan komitmennya untuk terus membangun ruang bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi subjek yang ikut merancang, menggerakkan, dan memenangkan masa depan Indonesia.