
LAMPUNG — Emak Muda (EMUD) Indonesia menggelar aksi sosial Gerakan Ramadan Berbagi dengan menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat sebagai bagian dari program nasional yang menargetkan 100 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia, Jumat (13/3/2026).
Program tersebut diprakarsai oleh Ketua Umum EMUD, Oktasari Sabil, sebagai bentuk kontribusi nyata relawan perempuan dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain penyaluran bantuan beras, kegiatan yang digelar dalam momentum bulan suci Ramadan tersebut juga diisi dengan pembagian takjil sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kebersamaan relawan EMUD dengan masyarakat.
Oktasari Sabil menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga upaya membangun solidaritas kebangsaan di tengah masyarakat.
“Momentum Ramadan adalah waktu yang tepat untuk saling membantu. Saatnya Indonesia menyatu dan saling menguatkan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan. Melalui gerakan ini, kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang merasa sendirian,” ujar Oktasari Sabil.
Di Provinsi Lampung, kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Ketua EMUD Lampung, Hikmah Wulennai, bersama relawan setempat dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Hikmah Wulennai menyampaikan bahwa partisipasi EMUD Lampung merupakan bagian dari gerakan nasional yang telah berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Jawa hingga Papua.
“EMUD Lampung merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan nasional ini. Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu kebutuhan pangan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian dan persatuan di tengah masyarakat,” kata Hikmah Wulennai.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan, sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara relawan dan warga di bulan suci Ramadan.
Melalui Gerakan Ramadan Berbagi, EMUD berharap gerakan sosial ini dapat terus berkontribusi dalam membangun solidaritas sosial serta memperkuat semangat gotong royong sebagai fondasi utama bangsa Indonesia.