banner 970x250
banner 970x250

Gerakan Penghijauan di Bogor, BAJA Indonesia Raya dan Mahasiswa UIKA Distribusikan 8.000 Bibit

Redaktur Pelaksana
31 Agu 2026 14:18
2 menit membaca

SUARAGOVERNMENT.COM | BOGOR — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus didorong melalui kerja sama antara BAJA Indonesia Raya, BPDAS Citarum Ciliwung, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan mendistribusikan 8.000 bibit pohon kepada masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Bogor, Sabtu (29/8/2026).

Program ini diarahkan untuk memperluas ruang hijau sekaligus mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan.

Desa Ciasihan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan. Antusiasme warga terlihat saat bibit pohon dibagikan dan dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bersama. Sejumlah perangkat desa dan tokoh masyarakat turut mendukung kegiatan tersebut.

Sekretaris Jenderal BAJA Indonesia Raya, M. Abdul Muhtar, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan memiliki nilai penting karena dapat mempertemukan semangat generasi muda dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

“Kolaborasi ini bukan sekadar membagikan bibit, tetapi juga menanam benih kesadaran lingkungan untuk generasi mendatang. Kami mengapresiasi semangat para mahasiswa KKN UIKA yang menjadi garda terdepan dalam menyalurkan 8.000 bibit pohon ini langsung ke tangan warga,” ujar Muhtar.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah bibit diserahkan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan gerakan penghijauan sangat bergantung pada kesediaan warga untuk menanam, merawat, dan menjaga pohon hingga tumbuh.

Sementara itu, perwakilan kelompok KKN UIKA, Anastasha, menyampaikan terima kasih atas dukungan BAJA Indonesia Raya terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi modal penting agar gerakan penghijauan dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Melalui pendistribusian 8.000 bibit pohon ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi penghijauan daerah ini. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami siap mengawal proses penanaman hingga perawatan awal di lapangan,” tutur Anastasha.

Penyaluran bibit dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang menjadi wilayah kegiatan KKN. Prosesnya melibatkan warga, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi munculnya kegiatan serupa di wilayah lain. Selain mendukung penghijauan, keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan mampu memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

BAJA Indonesia Raya, BPDAS Citarum Ciliwung, dan mahasiswa KKN UIKA juga mendorong agar pohon yang telah ditanam tidak hanya menjadi simbol kegiatan sosial, tetapi benar-benar dirawat sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.