banner 970x250
banner 970x250

Future Mind Indonesia dorong kemandirian energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa

Redaktur M Filky
9 Feb 2026 12:09
2 menit membaca

Jakarta, SUARA GOVERNMENT— Future Mind Indonesia menggelar diskusi publik bertema kemandirian energi sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan kedaulatan nasional.

Diskusi ini menghadirkan Muqaddam Hehanussa selaku Direktur Eksekutif Future Mind Indonesia serta Doddi Usman Tomagola sebagai narasumber.

Kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti peserta dari kalangan mahasiswa, pemuda, serta pemerhati isu-isu strategis nasional, Minggu (3/2/2026), di Caffe Break Pejaten Raya Jakarta Selatan.

Dalam paparannya, Muqaddam Hehanussa menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan fondasi utama bagi kedaulatan bangsa.

Menurutnya, energi tidak hanya dipahami sebagai komoditas ekonomi, melainkan instrumen strategis yang menentukan arah pembangunan nasional, stabilitas sosial, hingga daya saing Indonesia di tingkat global.

Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola energi nasional, optimalisasi potensi sumber daya dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia sektor energi sebagai agenda bersama yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

Muqaddam juga menyoroti urgensi keterlibatan generasi muda dalam diskursus dan perumusan kebijakan energi ke depan.

Menurutnya, keberlanjutan kemandirian energi sangat bergantung pada inovasi, kepemimpinan, serta kesadaran kolektif generasi muda sebagai aktor strategis masa depan bangsa.

“Generasi muda harus mengambil peran aktif, bukan hanya sebagai penonton. Mereka adalah penentu arah kebijakan energi di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Doddi Usman Tomagola menegaskan pentingnya kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan nasional dan berorientasi jangka panjang.

Ia menilai sektor energi harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan inklusif agar benar-benar mampu menopang kedaulatan bangsa sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Doddi, tanpa tata kelola yang kuat dan keberpihakan pada kepentingan rakyat, potensi energi nasional berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen kelembagaan, Muqaddam menyampaikan bahwa Future Mind Indonesia akan terus menginisiasi dan menyelenggarakan forum-forum diskusi strategis terkait isu kemandirian energi.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan, pertukaran pemikiran, serta perumusan rekomendasi kebijakan yang konstruktif.

Ia menambahkan, agenda diskusi mengenai kemandirian energi merupakan bagian dari kontribusi nyata Future Mind Indonesia dalam mendukung proyeksi Indonesia Emas 2045.

Kemandirian energi dinilai sebagai salah satu prasyarat utama untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan berdaya saing di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Future Mind Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai ruang dialektika strategis dan mitra pemikiran, guna mendorong lahirnya kebijakan serta langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian energi demi kedaulatan bangsa. (Red)