banner 970x250
banner 970x250

Prabowo Kritik Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Akui Tertekan dan Janji Benahi Internal

Redaktur Pelaksana
9 Jan 2026 21:59
2 menit membaca

SUARA GOVERNMENT, Bandung – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam agenda retret kabinet di Hambalang, Bogor.

Kritik tersebut langsung dirasakan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengaku merasa tertekan mendengar pernyataan Presiden.

Purbaya mengatakan, meski tidak disebutkan secara langsung, sindiran Prabowo jelas mengarah pada sektor yang berada di bawah kewenangannya.

Presiden mempertanyakan apakah negara akan terus dirugikan oleh praktik-praktik bermasalah di institusi pajak dan bea cukai.

Menurut Purbaya, sorotan utama Presiden adalah masih maraknya praktik under invoicing di Bea Cukai serta dugaan penghindaran pajak yang melibatkan oknum pegawai DJP.

Kondisi ini dinilai menghambat optimalisasi penerimaan negara dan mencederai kepercayaan publik.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Keuangan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh.

Purbaya menegaskan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan akan ada perbaikan sistem dan penataan internal, termasuk penguatan sistem Coretax serta penertiban pegawai yang tidak bekerja secara profesional.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada jajaran Bea Cukai. Purbaya menyebut tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika tidak ada perbaikan signifikan dalam satu tahun ke depan.

Pegawai yang tidak menunjukkan kinerja baik terancam dikeluarkan dari sistem, dengan tujuan menyisakan aparatur yang benar-benar bekerja untuk negara.

Langkah ini, kata Purbaya, merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola fiskal yang lebih bersih, disiplin, dan bertanggung jawab sesuai arahan Presiden. (F/L)