banner 970x250
banner 970x250

Fauzi Bowo Dorong Festival Bandeng Rawa Belong Jadi Ikon Budaya dan Pariwisata Jakarta

Redaktur M Filky
1 Feb 2026 02:38
3 menit membaca

SUARA GOVERNMENT – Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menilai tradisi Bandeng Rawa Belong memiliki nilai strategis sebagai simbol akulturasi budaya sekaligus potensi penguatan sektor pariwisata Jakarta.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri diskusi santai bertajuk Ngopi Bandeng di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Bale Kopi Baba, Duri Kosambi, itu turut dihadiri sejumlah tokoh Betawi, akademisi, pegiat budaya, serta perwakilan DPRD DKI Jakarta.

Diskusi difokuskan pada pelestarian tradisi Bandeng Rawa Belong yang rutin digelar menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Bang Foke menjelaskan bahwa tradisi perdagangan bandeng di Rawa Belong telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi fenomena sosial yang unik.

Meski berkaitan erat dengan perayaan Imlek, aktivitas tersebut justru banyak diramaikan oleh masyarakat Betawi.

“Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Betawi sejak lama hidup berdampingan dan berinteraksi dengan berbagai budaya di Jakarta,” ujar Bang Foke.

Ia menambahkan, ikan bandeng memiliki makna filosofis dalam budaya Tionghoa, antara lain melambangkan kerja keras, keberuntungan, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai kondisi.

Seiring waktu, bandeng tersebut juga diterima oleh masyarakat Betawi sebagai bagian dari tradisi silaturahmi saat Imlek.

“Bandeng Imlek akhirnya menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Betawi, khususnya sebagai hantaran kepada keluarga dan kerabat. Ini bukti kuatnya proses akulturasi budaya,” jelasnya.

Menurut Bang Foke, tradisi Bandeng Rawa Belong mencerminkan nilai toleransi dan keterbukaan yang telah lama menjadi karakter masyarakat Betawi.

Oleh karena itu, ia mendorong agar tradisi tersebut terus dijaga dan dikembangkan dalam bentuk festival budaya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 juga disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Mpo Afni Sajim.

Ia menyatakan bahwa DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh festival yang akan digelar pada 15–16 Februari 2026 tersebut.

“Festival Bandeng Rawa Belong bukan sekadar acara budaya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata Jakarta,” kata Mpo Afni.

Ia menegaskan, DPRD DKI berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang mengangkat budaya Betawi agar dapat dikemas secara inklusif dan dinikmati oleh masyarakat luas.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan festival ini sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya Betawi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zaenudin atau Bang Haji Oding, menyambut positif pengemasan tradisi Bandeng Rawa Belong dalam format festival tahunan.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan memperluas jangkauan promosi tradisi Betawi, terutama di era digital.

“Tradisi ini sangat khas, hanya ada menjelang Imlek dan hanya di Rawa Belong. Festival membuatnya lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Bang Haji Oding juga mengajak warga Jakarta untuk hadir langsung dalam Festival Bandeng Rawa Belong 2026.

Selain berburu bandeng berukuran besar, pengunjung juga akan disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya Betawi.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Betawi terbuka dan mampu merawat keberagaman budaya yang tumbuh di Jakarta,” pungkasnya.