
Jakarta – Ketua Umum Generasi Muda Peduli Indonesia (GAMPI), Nini Arianti, menyambut positif langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengunggah menu, kandungan gizi, hingga rincian biaya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial.
Menurut Nini, kebijakan tersebut merupakan langkah progresif dalam mewujudkan akuntabilitas publik di era digital, sekaligus membuka ruang pengawasan langsung oleh masyarakat terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Hal itu disampaikan Nini dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Rabu, (11/3/2026).
“Kami di GAMPI melihat ini sebagai bentuk keberanian birokrasi untuk diawasi secara langsung. Ketika menu dan harganya dipampang nyata di media sosial, maka ruang untuk bermain-main dengan kualitas makanan menjadi tertutup. Ini adalah standar baru dalam transparansi pelayanan publik,” ujar Nini.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci penting agar program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat secara berkualitas.
Nini juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program di lapangan. Namun demikian, ia mengingatkan agar kontrol sosial dilakukan secara konstruktif dan tidak sekadar untuk kepentingan viral di media sosial.
“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, jadilah ‘mata dan telinga’ bagi keberhasilan program ini. Jika menemukan menu yang tidak layak atau gizi yang tidak sesuai, segera protes dan lapor ke SPPG terkait. Kita harus kritis, tapi kritik yang kita bangun tujuannya adalah perbaikan sistem, bukan sekadar mencari sensasi atau menjatuhkan tanpa solusi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nini menilai program MBG memiliki dimensi kemanusiaan yang sangat penting karena menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak sekolah.
Menurutnya, pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Kelompok ini adalah masa depan bangsa. Memastikan gizi mereka terpenuhi dengan layak bukan hanya soal memenuhi janji politik, tetapi juga menjaga martabat dan kesehatan generasi mendatang,” katanya.
Nini menambahkan, GAMPI siap menggerakkan jaringan anak muda di berbagai daerah untuk turut memantau distribusi dan kualitas program MBG secara objektif di lapangan.
“Transparansi sudah dibuka, sekarang tugas kita memastikan integritas di tingkat lapangan tetap terjaga. Ini adalah tanggung jawab kolektif,” pungkasnya.