
Jakarta – Ribuan orang dari berbagai kalangan memadati kawasan Epiwalk Lifestyle, Jakarta, Minggu (13/7) pagi. Mereka ambil bagian dalam Run for Equality 2025, acara lari amal yang digelar Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND), dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2025.
Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini juga jadi panggung kampanye sosial demi mendorong kesetaraan dan inklusi, terutama bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 mencatat ada sekitar 22,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia, setara 8,3 persen dari populasi. Sementara itu, data Kemenko PMK 2023 menunjukkan sekitar 4,3 juta di antaranya tergolong disabilitas sedang hingga berat, mayoritas berusia dewasa dan lansia. Meski hak mereka dijamin dalam UU No. 8/2016, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak yang masih kesulitan mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga pekerjaan.
“Run for Equality bukan cuma soal lari. Ini tentang menciptakan ruang aman dan setara untuk semua, tanpa memandang kondisi fisik, gender, atau latar belakang. Kami senang melihat antusiasme besar dari masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, di sela acara.
Hal senada disampaikan Komisioner KND, Jonna Aman Damanik. Ia menekankan pentingnya mewujudkan inklusi bukan sekadar jargon. “Selama ini masih banyak penyandang disabilitas terhambat aksesibilitas, terpinggirkan karena stigma sosial. Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa inklusi itu nyata, dan harus dikerjakan bersama,” kata Jonna.
Sejumlah publik figur turut meramaikan ajang ini. Aktor Joe Taslim membuka acara sebagai flag off ambassador dan menyambut para peserta muda di garis finis. “Hari ini kita tidak bicara soal siapa yang tercepat. Tapi bagaimana kita melangkah bersama dan saling menguatkan,” ujar Joe.
Model dan aktivis Kelly Tandiono ikut berlari bersama peserta disabilitas sebagai running buddy. Ada juga aktor Yoshi Sudarso, aktris Joanna Alexandra, fashion designer Amanda dan Janna Soekasah, hingga para influencer yang ikut memeriahkan suasana.
Salah satu momen paling menginspirasi datang dari Natrio Catra Yososha, pelari disabilitas yang ikut menuntaskan lomba. “Kami juga mampu. Kami juga ingin didengar dan diberi ruang. Acara seperti ini memberi harapan dan semangat,” kata Natrio.
Acara ini juga menyediakan daycare agar anak-anak bisa bermain dan belajar dengan aman saat orang tuanya mengikuti lari atau diskusi. Selama dua hari sebelum lari digelar, pengambilan race pack disatukan dengan kegiatan Family Fest yang diisi talkshow dan workshop bertema inklusi, parenting, hingga pengenalan bahasa isyarat dan sensory play.
Plan Indonesia menyebut sebagian penjualan tiket akan didonasikan untuk pengadaan kaki palsu melalui mitra mereka, Puspadi Bali. Selain itu, masyarakat juga diajak mendukung lewat penggalangan dana komunitas di laman Kitabisa.com/kitasetara2025.
Run for Equality 2025 tak berhenti di Jakarta. Setelah ini, acara serupa akan digelar di Bandung (27 Juli), Kupang (14 September), dan Makassar (9 November).
Kegiatan ini didukung sejumlah mitra seperti UNIQLO, Sanga-Sanga, FIF Group, Turkish Airlines, Epicentrum Walk, hingga Roomansa. Semuanya bergotong royong menyuarakan satu pesan: Indonesia yang setara dan inklusif bukan sekadar mimpi, tapi sebuah komitmen yang harus dijalankan bersama.