banner 970x250
banner 970x250

GPM Puji Semangat Kapolri Suyudi Bangun Kepercayaan Publik terhadap Polri

Redaktur M Filky
10 Okt 2026 20:44
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) mengapresiasi semangat kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat. GPM menilai, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” penting untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

Ketua DPP GPM Bidang Politik dan Keamanan, Samuel Tampubolon, mengatakan Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan perlindungan, serta menjamin kepastian hukum bagi masyarakat.

Menurut Samuel, kemitraan antara polisi dan masyarakat perlu diwujudkan melalui pelayanan yang responsif, penanganan pengaduan secara profesional, serta penegakan hukum yang konsisten tanpa diskriminasi.

“GPM mengapresiasi semangat kepemimpinan Kapolri Suyudi dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Semangat ini penting untuk membangun hubungan yang saling percaya antara Polri dan rakyat,” ujar Samuel.

Dia menilai kepercayaan publik terhadap Polri dapat tumbuh melalui pelayanan yang transparan, komunikasi terbuka, dan penanganan perkara secara profesional. Karena itu, masyarakat perlu diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan secara bertanggung jawab.

Samuel menegaskan, partisipasi masyarakat bukanlah ancaman bagi institusi kepolisian. Sebaliknya, keterlibatan publik menjadi bagian dari upaya demokratis untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan memperkuat akuntabilitas kelembagaan.

“Polri dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkeadilan. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan kesediaan mendengarkan aspirasi warga menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan yang sehat,” katanya.

Samuel juga menyebut organisasi kepemudaan memiliki peran dalam mendukung kemitraan tersebut. Peran itu dapat dilakukan melalui pendidikan hukum, kegiatan sosial kemasyarakatan, penyampaian aspirasi secara konstruktif, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya supremasi hukum.

Meski memberikan apresiasi, Samuel menilai penguatan kemitraan tetap perlu disertai evaluasi konstruktif. Menurutnya, masyarakat sipil harus memiliki ruang untuk menjalankan kontrol sosial secara independen guna mendorong profesionalisme kepolisian dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dia berharap semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dapat diwujudkan melalui pelayanan yang semakin responsif, penegakan hukum yang profesional, dan hubungan yang lebih terbuka antara Polri dan masyarakat.

“GPM berharap kemitraan yang kuat antara Polri dan masyarakat dapat terus dibangun untuk memperkuat kepercayaan publik dan menjaga kehidupan berbangsa yang demokratis,” tutup Samuel.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan