
SUARA GOVERNMENT, Jakarta – Ketua Pemuda Kaum Betawi sekaligus pendukung Pram Doel 2024, Masykur Isnan, menyambut positif penyelenggaraan Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025 yang digelar oleh Majelis Kaum Betawi (MKB) pada 18 Oktober lalu.
Ia menilai kongres tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat marwah dan peran MKB sebagai lembaga adat yang berwibawa dan inklusif.
“Kita kepengen MKB ini ke depannya jadi lembaga adat yang berwibawa, independen, dan memiliki marwah yang kuat secara kelembagaan maupun kemasyarakatan, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada,” ujar Masykur dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).
Menurut Masykur, keberadaan MKB yang solid dan mandiri akan menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Betawi untuk berkontribusi dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global tanpa kehilangan akar budaya.
Karena itu, ia mendorong agar hasil kongres istimewa ini menjadi landasan usulan perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
“Maka kami mendorong penuh agar hasil kongres ini bisa menjadi dasar bagi penguatan regulasi, supaya MKB benar-benar mampu menjadi payung besar bagi seluruh masyarakat Betawi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MKB Marullah Matali menegaskan bahwa kondisi internal organisasi dalam keadaan kondusif dan harmonis. Ia menepis isu adanya perpecahan di tubuh MKB.
“Saat ini posisi kita sedang dalam kondisi yang sangat baik. Sama sekali tidak ada perpecahan, pertengkaran, maupun perselisihan. Kalaupun terjadi perbedaan, itu sangat wajar sekali,” ujar Marullah.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat Betawi menjadi modal penting untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
“Kita semua bertekad agar Betawi guyub, rempug, kompak, dan bersahabat sampai kapan pun juga. Itu menjadi modal dasar kami untuk memberikan dukungan kepada pemerintah,” jelasnya.
Masykur pun menutup dengan pesan optimistis agar Kongres Istimewa 2025 menjadi tonggak kebangkitan Betawi dalam menjaga identitas dan memperkuat solidaritas antara warga.
“Dengan semangat kebersamaan, kita ingin MKB menjadi lembaga adat yang bermartabat, mandiri, dan menjadi perekat seluruh masyarakat Betawi dalam menyongsong Jakarta sebagai Global City,” tutup Masykur. (Red)