banner 970x250
banner 970x250

Kemenpora Gelar Pelatihan Sertifikasi Kepemudaan di Tiga Provinsi untuk Wujudkan SDM Pemuda Unggul Berdaya Saing Global

Redaktur M Filky
12 Nov 2025 19:24
2 menit membaca

Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar pelatihan dan sertifikasi kepemudaan di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Pelatihan dan uji kompetensi bersertifikat tersebut diawali di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (12/11). Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.

“Kami bertekad agar Bonus Demografi tidak berhenti sebagai angka statistik, melainkan menjadi peluang emas yang benar-benar dimanfaatkan. Kunci keberhasilannya ada pada kompetensi yang mumpuni dan semangat yang hebat,” ujar Yohan.

Pelatihan ini disusun untuk menjawab kebutuhan pasar kerja digital dengan menghadirkan lima skema sertifikasi unggulan, yaitu content creator, AI proses data, AI digital marketing, AI komunikasi pelanggan, dan social digital marketing.

“Melalui pelatihan ini, Kemenpora ingin memastikan bahwa pemuda bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan pencipta, penggerak, sekaligus pemenang di era digital,” jelasnya.

Program sertifikasi kemudian dilanjutkan di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (10/11), yang difokuskan bagi organisasi dan komunitas pemuda. Para peserta dibekali pemahaman transformasi digital agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan kemajuan bagi organisasi, komunitas, serta masyarakat luas.

Investasi dalam peningkatan kompetensi pemuda, lanjut Yohan, merupakan investasi strategis untuk masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Selanjutnya, pelatihan sertifikasi serupa juga dilaksanakan di Yogyakarta pada Minggu (16/11). Dalam kegiatan ini, Kemenpora memfasilitasi pemuda untuk mengikuti pelatihan dan uji kompetensi bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Deputi Yohan menekankan bahwa di era globalisasi, lisensi kompetensi menjadi keharusan.
“Di era globalisasi, ijazah saja tidak cukup. Setiap tahun Indonesia meluluskan hampir 3 juta orang, sementara kesempatan kerja tidak bertambah secepat itu. Sertifikasi kompetensi memberikan competitive advantage yang nyata bagi pemuda,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sertifikat BNSP merupakan pengakuan resmi negara atas kompetensi seseorang yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Ini adalah investasi berharga untuk masa depan karier. Sertifikat ini sangat membantu saat melamar pekerjaan, mengajukan promosi, maupun mengembangkan usaha. Kami berharap para pemuda memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, membangun jejaring, dan berkolaborasi agar ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk kebaikan bersama. Jadilah generasi muda yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Yohan.