banner 970x250
banner 970x250

Wamenpora Taufik Pimpin Rakor Penyelesaian Dualisme Cabor Sesuai Arahan Presiden

Redaktur M Filky
27 Nov 2025 19:02
2 menit membaca

Jakarta – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora RI) Taufik Hidayat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Dualisme Cabang Olahraga (Cabor) di Graha Kemenpora, Kamis (27/11). Rakor ini dihadiri perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi).

Tujuan Rakor

Wamenpora Taufik menyampaikan rakor digelar sesuai arahan Menpora Erick Thohir dan Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden memiliki perhatian besar terhadap semua cabor agar kepengurusan berjalan lancar dan atlet dapat berprestasi maksimal. Fokus rakor adalah menyelesaikan dualisme kepengurusan induk atau federasi olahraga.

“Kita ingin tahun depan lebih fokus pada pembinaan atlet dan cabang-cabang olahraga lainnya. Ini menjadi tanggung jawab kami sesuai arahan Presiden yang peduli terhadap semua cabor,” ujar Wamenpora Taufik.

Pembahasan Utama

  1. Penyelesaian Dualisme Cabor
    Kemenpora ingin mengidentifikasi cabor mana yang masih memiliki induk terdaftar ganda di KONI dan Kormi. Tujuannya, satu cabor hanya berada di satu komite agar fokus pembinaan atlet lebih efektif.
  2. Progres Upaya Penyelesaian
    Wamenpora menekankan pentingnya komunikasi antara KONI, KOI, dan cabor terkait untuk menyelesaikan dualisme. Presiden Prabowo sudah menekankan agar semua dualisme diakhiri, karena kondisi ini merugikan atlet.
  3. Koordinasi Antar Stakeholder
    Kemenpora mendorong semua komite untuk bekerja sama dan terbuka, menyamakan persepsi agar pembangunan olahraga nasional lebih baik dan terarah hingga 2028.

Harapan Wamenpora

“Saya harap KONI dan KOI bisa memberikan gambaran cabor mana saja yang masih bermasalah, serta bagaimana sikap masing-masing. Ke depannya hal ini akan merugikan para atlet,” tegas Wamenpora Taufik.

Rakor ini juga dihadiri Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Kemenpora Andry M. Ginting, serta Tenaga Ahli Wamenpora Bidang Hukum Ronald Panjaitan.

Rapat ini menjadi langkah strategis Kemenpora untuk memastikan kepengurusan cabor lebih jelas, efektif, dan atlet tidak dirugikan akibat dualisme federasi.