Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat menerima Ketua Panitia West Java Youth Sustainability Impact (WJYSI) 2025 Rendra Renggana Mahesa yang hadir bersama Delegasi Terbaik di Indonesia Youth Summit 2025 Fahmi Saeful Bahri Sudrajat dan Koordinator Kegiatan Rully Syahputra di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7).(foto:Andre/kemenpora.go.id)Jakarta – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menerima audiensi Panitia West Java Youth Sustainability Impact (WJYSI) 2025 di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7).
Ketua Panitia Rendra Renggana Mahesa hadir bersama Delegasi Terbaik Indonesia Youth Summit 2025 Fahmi Saeful Bahri Sudrajat dan Koordinator Kegiatan Rully Syahputra. Mereka mengundang Wamenpora untuk menjadi narasumber pada agenda WJYSI 2025 yang akan digelar di Bandung akhir Agustus atau awal September mendatang.
“Kami harap bapak bisa hadir memberikan materi tentang peran pemuda membangun desa, kota, sekaligus pelestarian lingkungan,” ujar Rully.
Rendra menambahkan, WJYSI 2025 diharapkan menjadi wadah agar suara pemuda bisa didengar pemerintah. “Pemuda jangan hanya dianggap demo dan koar-koar. Kami ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan karena ke depan kami juga yang akan melanjutkan kepemimpinan,” tegasnya.
Menanggapi itu, Wamenpora Taufik menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemuda dengan pemerintah. “Banyak program di Kemenpora yang bisa disinergikan. Kami siap membantu dan menampung ide-ide pemuda agar energi positif ini bisa membawa Indonesia lebih baik,” kata Taufik.
Ia menekankan, pemerintah mendukung inisiatif pemuda di daerah dengan memanfaatkan anggaran yang ada. “Meski terbatas, anggaran pemuda bisa disinkronkan dengan program di daerah agar anak-anak muda tidak lari ke hal-hal negatif,” pungkasnya.