banner 970x250
banner 970x250

Billy Kausary Minta Menteri Kabinet Prabowo Tak Pecah-Belah NU, Tegaskan Persatuan Lebih Penting

Redaktur Pelaksana
18 Des 2024 08:59
Berita 0
2 menit membaca

SURABAYA– Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), Billy Kausary meminta Gus Salam untuk menghentikan wacana Mukhtamar Luar Biasa (MLB). Menurut Billy, kegiatan tersebut adalah sesuatu yang illegal dan menyalahi konstitusi atau AD/ART NU.

Hal itu disampaikan Billy Kausary menanggapi digelarnya Pra Muktamar Luar Biasa PBNU yang dilaksanakan pada 17-21 Desember di Jawa Timur.

“Sebagai anak muda NU, saya menyarankan Gus Salam berhenti menggerakan elemen-elemen yang menambah gonjang-ganjing di NU.

Langkah ini tidak produktif, jadi sangat jauh dari semboyan penyelamatan organisasi tetapi justru makin merusak NU,” kata Billy dalam keterangan kepada awak media, Rabu (18/12/2024).

Menurut Billy, dalam dua tahun PBNU yang dinahkodai KH Yahya Stafquf memang mengalami banyak persoalan. Namun, kata Billy, berbagai persoalan kecil itu bisa diatasi dengan baik dan tidak perlu dengan melakukan Gerakan liar berupa menggalang kekuatan untuk melaksanakan MLB. “Tidak ada alasan yang logis dilaksanakannya MLB, sehingga hanya menambah masalah saja. Tidak produktif bagi NU dan tidak memberi keteladanan bagi ummat,” tegasnya.

Apalagi, imbuh dia, sejarah PBNU adalah membangun peradaban manusia Indonesia yang lebih baik. Karena itu, setiap kader NU harus bertanggung jawab dan berperan penting dalam memberikan keteladanan kepada generasi muda dan jam’iyah Nadhlatul Ulama. “Para Kiyai dan orang tua janganlah memberikan contoh yang tidak bijaksana kepada kami-kami anak muda NU ini. Bukankah setiap masalah yang ada, pasti akan ada jalan keluarnya. Setiap persoalan selalu ada ruang untuk dibicarakan dengan cara-cara terhormat dan lebih bijaksana,” kata Billy.

Billy Kausary juga meminta para Menteri Kabinet Merah Putih di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak melakukan langkah-langkah yang memperuncing masalah di PBNU. “Kami memperingatkan para Menteri untuk tidak memecah-belah NU untuk kepentingan sesaat. Apalagi memasukan agenda-agenda pihak luar untuk memecah belah persatuan warna nahdliyin dan para ulama,” pungkasnya.