
Bogor, – Di tengah gemerlapnya perayaan kemerdekaan yang sebentar lagi tiba, Kabupaten Bogor justru diwarnai dengan isu panas yang mencoreng reputasi daerah berjuluk “Tegar Beriman” ini. Forum Cendikiawan Muda Indonesia (Force-Mi) dan Aliansi Mahasiswa Bogor tengah mempersiapkan aksi besar-besaran pada Kamis, 15 Agustus 2024, untuk mengungkap dugaan skandal korupsi dan prostitusi yang melibatkan pejabat tinggi Satpol PP Kabupaten Bogor.
Skandal ini mencuat setelah Ramdhan Agung Giri Nugroho, Koordinator Pusat Force-Mi, secara tegas menyebut bahwa pihaknya memiliki bukti kuat tentang keterlibatan Kasatpol PP dalam bisnis prostitusi yang berkedok panti pijat dan refleksi. “Kami tidak hanya menduga, kami tahu ada aliran uang haram yang diterima oleh Kasatpol PP dari tempat-tempat yang merusak moral masyarakat ini,” ujar Ramdhan dengan nada lantang.
Dalam pernyataan yang sama, Ramdhan mengungkapkan bahwa aksi ini akan digelar di dua lokasi penting: Kantor Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Aksi ini bertujuan untuk menuntut mundurnya Kasatpol PP, serta mendesak Kejaksaan untuk melakukan audit mendalam terhadap pejabat Satpol PP yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan pungli.
M. Ijja Nasrullah, Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa Bogor, turut memperkuat seruan ini. “Kami tidak bisa diam melihat moral generasi muda terancam oleh bisnis prostitusi yang dilindungi oleh aparat yang seharusnya menegakkan hukum,” tegasnya. Aliansi Mahasiswa Bogor telah berkomitmen untuk mendukung penuh aksi ini demi membersihkan Kabupaten Bogor dari praktik kotor yang merusak tatanan sosial.
Rencana aksi ini tak hanya berhenti di jalanan. Pada 14 Agustus 2024, sehari sebelum aksi besar digelar, Ramdhan dan rekan-rekannya akan melaporkan Kasatpol PP ke Bareskrim Mabes Polri dan Ombudsman. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa dugaan korupsi dan pelanggaran hukum ini ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum di tingkat nasional.
Dengan semangat menyongsong Hari Kemerdekaan Indonesia, Force-Mi dan Aliansi Mahasiswa Bogor berharap aksi ini menjadi titik balik dalam upaya membersihkan Kabupaten Bogor dari segala bentuk kemaksiatan dan korupsi. “Kita ingin Bogor benar-benar menjadi ‘Tegar Beriman,’ bukan hanya slogan kosong,” kata Ramdhan menutup pernyataannya.
Aksi ini diprediksi akan menjadi salah satu aksi paling signifikan di Kabupaten Bogor dalam beberapa tahun terakhir, menyatukan berbagai elemen masyarakat yang muak dengan korupsi dan kemunafikan di lingkaran birokrasi. Semua mata kini tertuju pada aksi ini, menunggu apakah tuntutan mereka akan mengguncang fondasi kekuasaan lokal atau justru menjadi awal dari perubahan yang diidamkan banyak orang.