banner 970x250
banner 970x250

Pemuda Muslimin Indonesia PW DKI Jakarta Tuntut Presiden Copot Kapolri dan Perkuat Pengawasan Polri


17 Mar 2025 13:29
Berita 0
3 menit membaca

Jakarta, 15 Maret 2025– Setelah resmi dilantik, Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia PW DKI Jakarta, Rizki, bersama jajaran pengurus menyampaikan sikap tegas terkait kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam deklarasi yang disampaikan, Rizki menegaskan bahwa Polri sebagai institusi penegak hukum memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan. Namun, di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, kinerja Polri justru mendapatkan banyak kritik tajam akibat berbagai persoalan internal dan ketidakmampuan dalam menegakkan hukum secara adil.

“Kami melihat berbagai kasus yang mencoreng nama baik Polri, mulai dari tindakan kriminal oleh oknum polisi, penyalahgunaan wewenang, hingga lemahnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak berkuasa. Ini menunjukkan bahwa Listyo Sigit Prabowo telah gagal dalam memimpin institusi ini,” tegas Rizki.

Menurutnya, terdapat tiga alasan utama mengapa pencopotan Listyo Sigit menjadi langkah mendesak:

1. Kelemahan dalam Pembinaan Internal

Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, disiplin internal Polri berada pada titik terendah. Kasus-kasus serius seperti pembunuhan sesama polisi, keterlibatan oknum dalam jaringan narkoba, perjudian online, hingga praktik korupsi semakin banyak terungkap. Janji reformasi Polri melalui konsep “Presisi” yang dicanangkan oleh Kapolri tidak terbukti dalam realitas. Jika Listyo Sigit tidak mampu mengendalikan institusinya, maka ia harus bertanggung jawab dengan mundur atau dicopot.

2. Kegagalan dalam Menegakkan Hukum Secara Adil

Polri seharusnya menjadi institusi yang netral dan tegak lurus dalam menegakkan hukum, tanpa pandang bulu. Namun, di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, banyak kasus besar yang melibatkan elite politik dan pengusaha berpengaruh justru berjalan lamban atau bahkan tidak tersentuh hukum. Sementara itu, rakyat kecil sering menjadi korban tindakan represif aparat. Ketidakmampuan Kapolri dalam memastikan keadilan menunjukkan bahwa ia tidak layak untuk tetap memimpin Polri.

3. Merosotnya Kepercayaan Publik terhadap Polri

Meski ada survei yang menyebutkan bahwa citra Polri sempat membaik, berbagai peristiwa di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Represi terhadap aksi masyarakat sipil, kekerasan oleh oknum polisi, serta berbagai kasus kontroversial lainnya semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.

Seorang Kapolri yang kompeten seharusnya mampu membawa perubahan sistemik, bukan sekadar melakukan pencopotan pejabat secara sporadis.

Sebagai langkah konkret, Rizki dan jajaran Pemuda Muslimin Indonesia PW DKI Jakarta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan menggantikannya dengan sosok yang lebih kompeten serta berintegritas.

“Polri membutuhkan reformasi menyeluruh, dan itu harus dimulai dari pucuk pimpinan. Jika tidak ada perubahan, maka institusi ini akan terus terpuruk dan rakyat yang akan menjadi korban,” ujar Rizki.

Selain itu, Pemuda Muslimin Indonesia PW DKI Jakarta juga menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurut Rizki, langkah ini diperlukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengawasan terhadap institusi kepolisian.

“Polri harus berada dalam sistem yang lebih terstruktur dan transparan. Dengan berada di bawah kementerian, pengawasan terhadap kinerja Polri akan semakin kuat, sehingga penyalahgunaan wewenang dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Dengan adanya desakan ini, Rizki berharap agar pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk memperbaiki institusi kepolisian dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia. (Red)