banner 970x250
banner 970x250

Pegawai ASN Kemdiktisaintek Gelar Aksi Damai Tuntut Keadilan terkait Pemberhentian Neni Herlina

Redaktur M Filky
20 Jan 2025 14:28
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta – Ratusan ASN dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengadakan aksi damai di depan kantor kementerian di Jakarta, Senin (20/01/2025). Mereka menuntut keadilan atas pemberhentian Neni Herlina, seorang pegawai yang dinilai diberhentikan secara tidak adil.

 

 

 

 

Mengutip laporan *Antara*, aksi yang melibatkan sekitar 235 orang tersebut diwarnai dengan lagu-lagu kebangsaan seperti “Indonesia Raya” dan “Bagimu Negeri,” serta yel-yel perlawanan. Para demonstran juga membawa spanduk bertuliskan, “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!” dan “Kami ASN, dibayar negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga! #Lawan #MenteriZalim #PaguyubanPegawaiDikti.”

 

 

 

 

Ketua Paguyuban Pegawai Dikti, Suwitno, menyatakan bahwa pemberhentian Neni dipicu kesalahpahaman terkait tuduhan yang tidak benar soal penerimaan gratifikasi. “Mungkin ada miskomunikasi yang berujung pada fitnah terhadap Ibu Neni. Dia tidak melakukan hal yang dituduhkan,” kata Suwitno. Ia juga menyoroti rasa ketidakadilan yang dirasakan banyak pegawai.

 

 

 

 

Aksi ini turut ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengetahui kondisi internal di Kemdiktisaintek dan mempertimbangkan ulang kebijakan yang diterapkan oleh Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro.

 

 

 

 

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi, seraya menyatakan keterbukaan pihak kementerian untuk berdialog. “Masih ada ruang untuk diskusi dengan pendekatan lebih baik. Kami tetap terbuka untuk mencari solusi terbaik,” ucapnya.

 

 

 

 

Togar juga menegaskan bahwa pemberhentian Neni Herlina sudah melalui proses yang sesuai prosedur. “Dalam pengelolaan organisasi, setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan standar layanan dan mutu. Ini tidak dilakukan secara mendadak,” jelasnya.

 

 

 

 

Aksi berlangsung tertib dengan tuntutan untuk menciptakan keadilan bagi Neni dan mendorong perbaikan tata kelola organisasi di Kemdiktisaintek.