banner 970x250
banner 970x250

Bang Saiful Ramat Dasuki Tutup Raker, Bamus Betawi 1982 Siapkan Langkah Nyata untuk Jakarta Masa Depan

Editor
14 Jun 2025 20:12
Daerah 0
3 menit membaca

Bogor, 14 Juni 2025 — Semangat kolaborasi dan tekad kuat untuk membangun peradaban Betawi yang berdaya saing tinggi menggema dalam Rapat Kerja I Bamus Suku Betawi 1982 yang digelar di Green Forest Hotel, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/6).

Raker ini dilaksanakan sehari setelah pelantikan Pengurus Bamus Suku Betawi 1982 periode 2025-2030.

Sekretaris Jenderal Bamus Suku Betawi 1982, Muhammad Ikhsan, menyatakan bahwa forum ini menjadi ajang konsolidasi awal yang penting.

“Rapat kerja ini membahas rancangan peraturan organisasi sebagai aturan pelaksana dari AD/ART hasil Mubes. Fokus utamanya menyangkut tugas dan wewenang Majelis Adat, Pengurus Harian, dan Majelis Kehormatan,” ujarnya.

Menurutnya, Bamus Suku Betawi 1982 dituntut untuk terus adaptif terhadap perubahan Jakarta yang sangat cepat, terutama pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). “Peta jalan Betawi pasca UU DKJ menjadi perhatian utama,” tegas Ikhsan.

Ketua Bidang Organisasi sekaligus Ketua Pelaksana Raker, Junaedi alias Bang Juned, menekankan pentingnya percepatan gerak masyarakat Betawi dalam menghadapi perpindahan Ibu Kota ke Nusantara. “Betawi kudu gerak cepat biar kaga ketinggalan. Tantangan kota global, kawasan aglomerasi, dan soal dana abadi kebudayaan harus kita kelola dengan serius,” ujar Bang Juned.

Raker ini menghasilkan program strategis yang akan menjadi panduan kerja Bamus Suku Betawi 1982 untuk periode 2025-2026, yakni:

  • Pembentukan Sekretariat Permanen Bamus Suku Betawi 1982 di Jakarta sebagai pusat kegiatan organisasi.
  • Pendirian Asrama Mahasiswa Betawi guna mendukung pengembangan SDM dan akses pendidikan generasi muda Betawi.
  • Pembuatan Film Dokumenter Bamus 1982 sebagai media edukasi sejarah, eksistensi, dan perjuangan kebudayaan Betawi.
  • Penyelenggaraan Betawi Award untuk memberikan penghargaan kepada tokoh dan pelaku budaya Betawi yang berdedikasi.
  • Pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bamus Betawi,  sebagai bentuk advokasi dan perlindungan hukum warga Betawi.
  • Pengembangan Kampung Betawi di setiap kelurahan, sebagai basis budaya, ekonomi, dan edukasi lokal berbasis kearifan lokal.
  • Program Upgrade Kepemimpinan untuk mencetak kader-kader muda Betawi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
  • Kolaborasi kebijakan budaya dan tata ruang dengan Pemprov DKJ, sebagai bentuk kemitraan aktif Bamus dalam pembangunan daerah.
  • Digitalisasi Data dan Jejaring Organisasi, guna memperkuat basis data warga Betawi serta komunikasi internal dan eksternal organisasi.
  • Serta masih banyak lagi program yang akan di laksanakan untuk Bamus Suku Betawi 1982 kedepan.

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan, Ichwan Ridwan atau akrab disapa Bang Boim, menyatakan bahwa hasil Raker ini akan memperkuat sinergi antara Bamus dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta siap berkolaborasi di berbagai lini. Jakarta kalau maju, orang Betawi harus ikut ngerasain dan berkontribusi,” tegasnya.

Boim juga menyinggung pentingnya momen bersejarah lima abad Jakarta yang akan datang. “Jakarta masuk usia 500 tahun, abad ke-6 harus jadi puncak peradaban Betawi. Siklus sejarah peradaban selalu mencapai kemajuan tertinggi di abad ke-6 hingga ke-7. Kita harus siap menyongsongnya,” pungkasnya.

Dengan hasil Raker ini, Bamus Suku Betawi 1982 menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak pemajuan budaya Betawi di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global, sekaligus menjaga nilai-nilai warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan sepanjang zaman. (Red)

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan, Ichwan Ridwan atau akrab disapa Bang Boim, menyatakan bahwa hasil Raker ini akan memperkuat sinergi antara Bamus dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta siap berkolaborasi di berbagai lini. Jakarta kalau maju, orang Betawi harus ikut ngerasain dan berkontribusi,” tegasnya.

Boim juga menyinggung pentingnya momen bersejarah lima abad Jakarta yang akan datang. “Jakarta masuk usia 500 tahun, abad ke-6 harus jadi puncak peradaban Betawi. Siklus sejarah peradaban selalu mencapai kemajuan tertinggi di abad ke-6 hingga ke-7. Kita harus siap menyongsongnya,” pungkasnya.

Dengan hasil Raker ini, Bamus Suku Betawi 1982 menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak pemajuan budaya Betawi di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global, sekaligus menjaga nilai-nilai warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan sepanjang zaman. (Red)