
Palangka Raya, 2 Mei 2025 — Pendeta Dr. Gilbert Lumoindong kembali menyuarakan pesan moral yang kuat dan menyentuh dalam acara Perayaan Paskah Oikoumene se-Kalimantan Tengah yang dirangkaikan dengan syukuran pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Acara yang berlangsung di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, pada 1 Mei 2025 ini dihadiri oleh lebih dari 6.000 jemaat dari berbagai wilayah.
Dalam suasana yang penuh syukur dan kekhusyukan, dipandu pujian dari Jacqlien Celosse dan Frangky Kuncoro, Pdt. Gilbert tampil membawakan khotbahnya yang khas: jenaka, energik, namun sarat makna. Meski sering memancing tawa jemaat, isi pesannya tetap tegas dan penuh kekuatan rohani.
Mengambil ayat dari Roma 8:10, ia menyampaikan bahwa kebangkitan Kristus harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari umat dan terlebih lagi, para pemimpin bangsa.
“Kalau tubuh ini mati karena dosa, tetapi roh kita hidup karena kebenaran. Maka dari itu, jangan lagi ada pejabat yang percaya dukun, jangan jatuh dalam perzinahan, dan mari hidup dengan jiwa melayani, bukan mencari untung pribadi,” seru Pdt. Gilbert dari mimbar, dengan semangat khasnya.
Pdt. Gilbert juga menyinggung degradasi moral yang melanda bangsa, dari anak-anak muda yang terjerumus dalam seks bebas, onani, minuman keras, hingga perilaku menyimpang LGBTQIA+. Sementara orang dewasa, menurutnya, tidak kalah rentan—terlibat dalam narkoba, korupsi, perselingkuhan, bahkan bergantung pada kekuatan mistik.
“Bangkitnya Kalimantan Tengah dimulai dari puncak kepemimpinannya. Jika para pemimpin hidup benar dan takut akan Tuhan, maka rakyat akan mengikuti,” ujarnya penuh keyakinan.
Menariknya, di tengah gaya kotbah yang penuh humor dan ringan, terselip fakta penting: Pdt. Gilbert pernah bertemu langsung dengan Paus Fransiskus dalam kunjungan lintas iman di Vatikan. Hal ini menunjukkan jangkauan pelayanannya yang luas dan keterbukaannya terhadap dialog lintas denominasi serta kerukunan umat beragama.
Usai khotbah, Pdt. Gilbert memimpin doa syafaat bagi Kalimantan Tengah dan bangsa Indonesia, mengajak seluruh jemaat untuk mendoakan para pemimpin agar hidup dalam integritas dan ketulusan. Ia kemudian melayani altar call bagi jemaat yang membutuhkan doa pribadi, termasuk untuk kesembuhan.
Lebih dari 30 orang memberikan kesaksian tentang mujizat kesembuhan yang mereka alami malam itu setelah didoakan. Suasana pujian dan penyembahan menjadi semakin mengharukan ketika satu per satu mereka menyampaikan bagaimana Tuhan menyentuh hidup mereka secara nyata.
“Saya merasa tubuh saya sembuh seketika setelah didoakan. Ini benar-benar kuasa Tuhan, bukan sugesti,” ungkap salah satu jemaat yang naik ke mimbar.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalimantan Tengah dan ditutup oleh Gubernur Kalimantan Tengah, yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Paskah yang penuh berkat dan kedamaian.
Dengan pesan moral yang kuat, khotbah yang membangun, serta lawatan rohani yang terasa nyata, kehadiran Pdt. Gilbert Lumoindong kembali menjadi pengingat bahwa pemimpin sejati bukan hanya mereka yang berkuasa, tetapi mereka yang hidup dalam kebenaran dan takut akan Tuhan.