banner 970x250
banner 970x250

KOWANI Canangkan Gerakan Nasional Wanita Berkebaya Lewat Fun Walk di Pusat Jakarta

Redaktur M Filky
29 Apr 2026 18:00
Berita 0
3 menit membaca

Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mencanangkan Gerakan Nasional Wanita Berkebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Fun Walk Berkebaya Nasional sejauh 1,2 kilometer di kawasan pusat Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan peringatan Hari Kartini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan untuk mengenang jasa pahlawan emansipasi perempuan. Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi tonggak kebangkitan identitas perempuan Indonesia melalui kebaya sebagai warisan budaya bangsa.

“Momentum refleksi dan peringatan Hari Kartini ini tidak hanya dirayakan sebagai seremoni tahunan untuk mengenang jasa pahlawan emansipasi, tetapi juga dijadikan tonggak kebangkitan identitas visual perempuan Indonesia melalui busana kebaya yang merupakan warisan luhur bangsa,” kata Nannie kepada wartawan.

Nannie menilai kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol filosofi perempuan Nusantara yang mencerminkan kesabaran, keanggunan, dan keteguhan hati. Ia menyebut kebaya juga menjadi identitas pemersatu lintas etnis dan status sosial di Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional Wanita Berkebaya, KOWANI mengajak seluruh elemen perempuan, mulai dari masyarakat akar rumput hingga para pengambil kebijakan, untuk menumbuhkan kebanggaan mengenakan kebaya sebagai bagian dari diplomasi budaya dan penguatan jati diri bangsa.

“Melalui gerakan nasional ini, KOWANI mengajak seluruh elemen perempuan untuk menanamkan rasa bangga mengenakan kebaya sebagai bagian dari diplomasi budaya dan upaya kolektif memperkuat jati diri bangsa di tengah gempuran budaya global,” ujarnya.

Gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Fun Walk Berkebaya yang mengambil rute dari Kantor Pusat KOWANI di Jalan Imam Bonjol Nomor 58 menuju Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ribuan peserta dari berbagai organisasi perempuan di bawah naungan KOWANI tampak mengikuti kegiatan tersebut dengan mengenakan kebaya. Para peserta berjalan menyusuri jalan protokol hingga kawasan Bundaran HI sebelum berakhir di Gedung Sarinah.

Menurut Nannie, pemilihan rute sepanjang sekitar 1,2 kilometer memiliki pesan simbolis bahwa kebaya tetap relevan di tengah dinamika kehidupan modern.

“Kami ingin membuktikan bahwa kebaya memiliki fleksibilitas tinggi, nyaman digunakan untuk beraktivitas luar ruangan seperti jalan santai tanpa kehilangan nilai dan pakem budaya yang terkandung di dalamnya,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran ribuan perempuan berkebaya di ruang publik dapat mendorong generasi muda untuk semakin bangga mengenakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada acara formal.

Lebih lanjut, Nannie mengatakan Gerakan Nasional Wanita Berkebaya juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kebaya dalam proses pengusulan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

“KOWANI ingin terus menjadi motor penggerak dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Ia menegaskan KOWANI akan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga pelestarian budaya.

“Melalui sinergi dalam kegiatan ini, KOWANI optimistis semangat Kartini akan terus menyala dalam setiap langkah perempuan Indonesia yang bangga melestarikan budayanya sendiri,” pungkasnya.