banner 970x250
banner 970x250

KAMMI dan KPK Satukan Pemuda Lawan Korupsi SDA dari Gedung ACLC

Redaktur M Filky
30 Sep 2025 22:04
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta, 30 September 2025 – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Bimbingan Teknis bertajuk “Peran Serta Pemuda Antikorupsi di Sektor Sumber Daya Alam” di Gedung ACLC KPK RI, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan pemuda penggiat lingkungan dari berbagai daerah untuk memperkuat peran strategis generasi muda dalam pengawasan sektor sumber daya alam (SDA).

Peserta kegiatan terdiri dari beragam elemen pemuda, mulai dari kader KAMMI, mahasiswa, komunitas Bogor Science Club (BSC) IPB, Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB, hingga Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) IPB. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen lintas komunitas dalam mendorong gerakan antikorupsi di sektor SDA.

Dalam sambutannya, Ahmad Jundi Khalifatullah, Ketua Umum PP KAMMI, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis bagi gerakan mahasiswa.

“Bimtek ini adalah momentum agar pemuda tidak hanya bicara idealisme, tetapi juga punya kapasitas praktis dalam pencegahan korupsi. KAMMI ingin memastikan kader-kader muda siap mengawal integritas bangsa di sektor yang paling rawan, yaitu sumber daya alam,” ujar Jundi.

Muammar Kadafin, Ketua Pelaksana Kegiatan, menyampaikan harapannya agar Bimtek ini melahirkan kader muda yang berani.

“Korupsi di sektor SDA tidak hanya mencuri uang negara, tapi juga menghancurkan masa depan lingkungan. Kami ingin pemuda tidak sekadar menjadi penonton, tapi menjadi aktor yang berani bersuara,” ujarnya.

Sementara itu, Aulia Furqon, Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) PP KAMMI, memberikan catatan berbasis data

“Kajian KPK mencatat lebih dari 60% kerugian negara dari korupsi besar berkaitan dengan SDA. Kasus-kasus seperti izin tambang, perkebunan sawit, hingga tata kelola hutan menunjukkan betapa kuatnya jejaring rente. Jika ini dibiarkan, kerusakan ekologis dan konflik agraria akan terus meluas. Pemuda harus hadir untuk menutup celah-celah itu,” tegas Aulia.

Grahat Nagara, Peneliti Pencegahan Korupsi Sektor SDA sekaligus Dosen STIH Jentera, menambahkan bahwa SDA memang menjadi lahan empuk korupsi.

“SDA punya nilai ekonomi besar dan melibatkan izin yang kompleks, sehingga menjadi ladang subur bagi praktik korupsi. Tanpa reformasi tata kelola yang transparan, kita hanya akan mengulang siklus kerusakan,” jelasnya.

Dari pihak KPK, Romy Iman Sulaiman, Analis Antikorupsi, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor.

“Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab KPK, tapi harus menjadi gerakan bersama. Peran pemuda sangat vital untuk memastikan integritas tumbuh sejak dini,” tegas Romy.

Kegiatan ini menjadi momentum sinergi KPK, KAMMI, dan komunitas pemuda serta mahasiswa dalam membangun tata kelola SDA yang bersih, adil, dan berkelanjutan demi kemakmuran rakyat.