banner 970x250
banner 970x250

DPN LKPHI: HUT Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Polri Perkuat Reformasi dan Kepercayaan Publik

Redaktur Pelaksana
3 Jul 2026 08:49
Hukum 0
2 menit membaca

JAKARTA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme aparat, serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Tema Hari Bhayangkara tahun ini, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat pelayanan publik dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI), Ismail Marasabessy, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Menurut Ismail, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penguatan profesionalisme institusi kepolisian.

“Saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri di mana pun bertugas. Semoga Polri semakin profesional, Presisi, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Ismail, Kamis (3/7/2026).

Ia menilai Polri memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas nasional melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum yang profesional, serta pelayanan publik yang berkualitas.

Menurutnya, dinamika keamanan yang terus berkembang menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan integritas, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan yang semakin humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

“Polri harus terus meningkatkan profesionalisme dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum secara adil, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa diskriminasi. Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui kinerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ismail juga menekankan bahwa kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjamin kepastian hukum bagi seluruh warga negara.

Menurutnya, institusi kepolisian perlu terus memperkuat reformasi internal agar semakin adaptif menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk kejahatan siber, kejahatan transnasional, dan berbagai bentuk gangguan ketertiban masyarakat.

“Polri harus menjadi institusi yang memberikan rasa aman, menghadirkan keadilan, serta mampu menjawab harapan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin baik,” katanya.

Selain itu, DPN LKPHI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dengan Polri dalam menjaga stabilitas nasional sebagai fondasi penting bagi pembangunan dan pemerintahan yang efektif.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif untuk mendukung pembangunan nasional,” pungkasnya.

DPN LKPHI berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi energi baru bagi Polri untuk terus melanjutkan reformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, serta membangun institusi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.