banner 970x250
banner 970x250

Future Talk 2026 Soroti Pentingnya Kolaborasi Jaga Ketahanan Energi Indonesia

Redaktur Pelaksana
25 Mei 2026 20:23
2 menit membaca

Jakarta — Future Mind Indonesia menggelar diskusi publik bertajuk Future Talk 2026: Bijak Menggunakan Energi sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Kegiatan yang berlangsung pada 23 Mei 2026 itu menghadirkan Founder Future Mind Indonesia Muqaddam Hehanussa, Direktur Eksekutif LAPMI PB HMI Abdi Kayum Nurlette, serta Fungsionaris BPC HIPMI Jakarta Selatan Ragil Kasuda. Acara dipandu oleh moderator Mega Sayilla.

Dalam sambutannya, Muqaddam Hehanussa menilai ketahanan energi nasional saat ini menjadi isu strategis yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, situasi geopolitik dunia yang berdampak pada fluktuasi harga minyak global turut memengaruhi kondisi energi nasional.

Ia mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan besar akibat tingginya ketergantungan terhadap impor energi, sementara di sisi lain pemerintah juga harus menjaga keseimbangan subsidi energi dan stabilitas daya beli masyarakat.

“Kesadaran publik dalam menggunakan energi secara hemat harus dibangun bersama. Ketahanan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” ujarnya.

Muqaddam juga menekankan pentingnya percepatan kemandirian energi melalui penguatan regulasi sektor migas, peningkatan kapasitas dan modernisasi kilang-kilang minyak dalam negeri untuk peningkatan kapasitas pengolahan domestik, serta pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Sementara itu, Abdi Kayum Nurlette menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan energi yang berkelanjutan.

Menurutnya, isu energi harus menjadi perhatian lintas sektor agar upaya menjaga ketahanan energi nasional dapat berjalan secara kolektif dan berkesinambungan.

Di kesempatan yang sama, Ragil Kasuda menilai investasi dan inovasi di sektor energi perlu terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan yang dinilai menjadi kebutuhan strategis Indonesia di masa depan.

Melalui forum tersebut, Future Mind Indonesia juga mendorong sejumlah langkah konkret, mulai dari kepastian regulasi eksplorasi migas, modernisasi kilang-kilang minyak domestik, hingga optimalisasi energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Future Talk 2026 diharapkan menjadi ruang diskusi dan edukasi publik, khususnya bagi generasi muda, untuk ikut mengambil peran dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang mandiri dan berkelanjutan.