banner 970x250
banner 970x250

LSPI Kecam DPR Abai Tanggung Jawab, Polisi Jadi Sasaran Amarah Publik

Redaktur M Filky
29 Agu 2025 19:42
Berita 0
3 menit membaca

Jakarta – Koordinator Nasional Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Elgusti meminta seluruh anggota Parlemen Senayan bertanggungjawab atas aksi demonstrasi yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

‎Menurutnya, korban jiwa dan kerusakan infrastruktur publik di sejumlah titik di Jakarta bisa saja diminimalisir bilamana pintu Parlemen Senayan terbuka bagi rakyatnya sendiri.

‎”Jelas kita sangat kecewa sebagai warga negara. Parlemen seolah menutup rapat pintu dialog. Tak satupun dari mereka yang berani menemui massa aksi,” kata Elgusti kepada pers, di Jakarta (29/8/2025).

‎”Pada poin ini kita menilai betapa buruknya respon Parlemen Senayan atas aksi besar tersebut. Seolah-olah mereka buang badan. Dan akhirnya, hal-hal buruk yang tidak kita inginkan terjadi,” tambahnya.

‎”Massa aksi mengamuk hingga malam datang, dan terjadilah insiden yang tidak terduga : seorang driver Ojol tewas karena tertabrak mobil Rantis milik Polri. Secara organisasi kita sangat kecewa dan juga prihatin,” imbuhnya.

‎Lebih lanjut, Elgusti menilai fokus masyarakat yang tiba-tiba bergeser dari perkara yang ada di Gedung Parlemen Senayan ke institusi Polri adalah hal yang sangat disayangkan.

‎”Fokus masyarakat hari ini secara drastis telah berubah. Yang semula massa aksi menyorot laku buruk sebagian besar anggota DPR yang berjoget gembira atas kenaikan gaji dan tunjangan, kini berubah fokus ke arah institusi Kepolisian,” tambahnya.

‎”Menurut kami, Polri sebagai otoritas keamanan dan ketertiban sudah menjalankan tugas sebagaimana mustinya. Sekalipun masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki,” katanya.

‎Di sisi lain, Sekjen LSPI, Deni Wahyudi menyebut respon cepat Kapolri dan Kapolda Metro Jaya menyambangi keluarga korban tabrak lari menunjukkan kedewasaan Polri secara institusional.

‎”Pak Kapolri dan Kapolda Metro Jaya langsung menemui keluarga korban dan memohon maaf secara kelembagaan pasca kejadian. Ini menegaskan kedewasaan sikap sebagai prajurit Polri,” kata Deni kepada pers, di Depok, Jum’at 29 Agustus 2025.

‎”Tidak hanya itu, Polri secara kelembagaan juga memohon maaf kepada publik Indonesia atas insiden tabrak lari tersebut. Kami percaya, insiden itu akan diproses secara adil dan profesional,” tambah Deni.

‎Di akhir kesempatan, Deni menghimbau masyarakat untuk menjaga fokus pada sejumlah isu yang krusial, yaitu buruknya adab sebagian anggota DPR yang secara terang-terangan mengolok-olok rakyat yang sedang susah–serta isu-isu lain yang membuat hidup rakyat makin terpuruk.

‎”Tolong jaga fokus kita pada persoalan yang diperjuangkan pada aksi kemarin. Jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggungjawab mengalihkan perhatian kita pada isu lain” ucap Deni.

‎”Kini, amuk massa secara masif terarah pada Institusi Polri. Polisi dituding sebagai pembunuh rakyat. Padahal mereka adalah otoritas keamanan dalam negeri yang sedang jalani perintah Undang-Undang,” imbuhnya.

‎”Biang kerok sesungguhnya ada di gedung Senayan. Sampai detik ini, tidak ada satupun dari mereka yang merasa bertanggungjawab atas khaos yang terjadi di Ibukota Jakarta,” tutupnya.