banner 970x250
banner 970x250

Lebaran Betawi Jadi Penguat Identitas Budaya, Kolaborasi MKB dan Pemprov DKI Jaga Harmoni Jakarta

Redaktur M Filky
13 Apr 2026 12:30
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta, SUARA GOVERNMENT — Perhelatan Lebaran Betawi 2026 kembali menegaskan peran strategis budaya sebagai fondasi identitas sekaligus perekat sosial masyarakat Jakarta di tengah dinamika kota global.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo, menyampaikan bahwa Lebaran Betawi tidak sekadar menjadi tradisi pasca-Idulfitri, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Betawi yang terus relevan di era modern.

Menurutnya, nilai silaturahmi, gotong royong, serta penghormatan kepada orang tua merupakan bagian penting yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Lebaran Betawi adalah pengingat bahwa identitas budaya harus tetap menjadi ruh dalam pembangunan Jakarta yang semakin maju dan dinamis,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di Lapangan Banteng.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi, termasuk melalui praktik budaya seperti antaran yang sarat nilai etika dan penghormatan antargenerasi.

Tema tahun ini, “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”, dinilai mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai bentuk kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam merawat budaya lokal.

Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat tradisi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antar warga.

“Tradisi seperti nyorog dan silaturahmi menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai kebersamaan serta memperkuat hubungan antargenerasi di tengah masyarakat urban,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung Lebaran Betawi sebagai agenda budaya tahunan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang berakar pada kearifan lokal.

Selain itu, ia juga menyoroti capaian Jakarta dalam menjaga stabilitas sosial, yang dinilai tidak terlepas dari kuatnya nilai kebersamaan dan kerukunan warga.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Stand Media Center MKB turut menghadirkan ruang interaksi publik yang dikemas secara kreatif pada Minggu (12/4/2026).

Beragam hiburan budaya disuguhkan, mulai dari pertunjukan interaktif hingga pantun khas Betawi yang menghidupkan suasana.

Kehadiran figur hiburan lokal seperti Ipank Hore-Hore dan Baba RT Ompong (Betawi Bacot) memberikan warna tersendiri melalui pendekatan komunikatif yang dekat dengan masyarakat, termasuk pembagian doorprize yang meningkatkan partisipasi pengunjung.

Secara keseluruhan, Lebaran Betawi 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga ruang strategis dalam memperkuat identitas Betawi sebagai bagian integral dari pembangunan Jakarta yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. (Red)