banner 970x250
banner 970x250

Kemenpora Selenggarakan Bimtek Penguatan Arah Kebijakan Pelayanan Kepemudaan di Sulawesi Tenggara

Redaktur M Filky
14 Nov 2025 20:53
2 menit membaca

Kendari – Dalam rangka memperkuat ekosistem pelayanan kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Arah Kebijakan Pelayanan Kepemudaan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (14/11).

Bimtek ini difokuskan pada penguatan ekosistem pelayanan kepemudaan sebagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di daerah. Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, Esa Sukmawijaya, menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan, salah satunya melalui keterlibatan aktif pemuda di ajang internasional.

“Ada Amar dan Rene yang tahun ini berangkat ke Singapura dan Malaysia dalam dua kegiatan internasional yang berbeda. Amar bahkan dipercaya menjadi group leader bagi 15 pemuda lainnya dalam program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) ke Singapura pada Juli 2025,” ujar Esa.

Esa menegaskan bahwa partisipasi pemuda di forum internasional merupakan indikator penting keberhasilan pelayanan kepemudaan, karena menunjukkan kualitas sumber daya pemuda sekaligus dukungan ekosistem yang baik dari daerah.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Robert, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat strategis untuk mendukung peningkatan IPP yang telah menjadi salah satu target pembangunan daerah.

“IPP sudah menjadi target kami, namun hingga saat ini strategi detail untuk mencapainya belum terumuskan secara maksimal. Kami berharap bimtek ini dapat menghasilkan rencana aksi konkret sebagai output kegiatan untuk mengimplementasikan IPP di daerah,” ujar Robert.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Konawe Utara, Muhaimin, yang menegaskan komitmen pemerintah daerahnya dalam memperkuat kebijakan kepemudaan.

“Kabupaten Konawe Utara berkomitmen merampungkan draf awal Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan pada Desember 2025. IPP merupakan Indikator Kinerja Utama Pemkab Konut. Tahun depan akan kami lanjutkan penyusunan RAD hingga menjadi dasar hukum yang jelas dalam bentuk Peraturan Bupati,” ungkapnya.

Kegiatan bimtek ini turut dihadiri perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, peneliti muda SmartID, serta berbagai organisasi kepemudaan seperti Purna Caraka Muda Indonesia, Purna Paskibraka Indonesia, Purna Prakarya Muda Indonesia, Pepeling Asih, dan insan media.

Melalui bimtek ini, Kemenpora berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan mampu merumuskan kebijakan dan rencana aksi yang terintegrasi, sehingga pelayanan kepemudaan semakin terarah dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pemuda di Sulawesi Tenggara.