banner 970x250
banner 970x250

Dorong Mahasiswa Kawal Etika Digital, BEM KSI Gelar Seminar Nasional soal AI

Redaktur M Filky
4 Agu 2025 15:25
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar Seminar Nasional bertema “Menjadi Mahasiswa Paham Digital dan Siap Hadapi Transformasi AI” di Wisma Kementerian Agama, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Seminar ini digelar sebagai respon terhadap masifnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan tantangan era digital yang dinilai bisa berdampak pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, hingga kelestarian budaya.

Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert, menekankan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa Kristiani, harus siap secara mental, etika, dan intelektual dalam menghadapi era disrupsi teknologi.

“Mahasiswa tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus aktif mengarahkan perkembangan AI agar tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan pelestarian budaya,” ujar Charles saat membuka acara.

Dalam sesi materi, Ketua Umum PB IMSU Lingga Pangayumi Nasution menyoroti pentingnya peran AI dalam pelestarian budaya lokal, seperti bahasa daerah dan seni tradisional.

“Teknologi harus menjadi alat untuk merawat identitas, bukan merusaknya. Mahasiswa adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan,” tegas Lingga.

Sementara itu, Emon Wirawan Harefa dari BEM KSI membahas peran mahasiswa sebagai agen transformasi digital. Ia mengingatkan bahwa digitalisasi tak boleh memperlebar kesenjangan sosial.

“Transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati elite. Mahasiswa harus hadir sebagai penyeimbang untuk memastikan keadilan dan ruang digital yang inklusif,” katanya.

Charles menutup kegiatan dengan menyerukan pentingnya posisi mahasiswa Kristiani dalam pembangunan etika digital dan perlindungan budaya di era AI.

“AI adalah keniscayaan. Tapi arah dan dampaknya tergantung siapa yang mengendalikannya. Mahasiswa Kristiani harus jadi pelopor etika digital dan agen perubahan sosial,” pungkasnya.