banner 970x250
banner 970x250

IPB Kenalkan Varietas Padi IPB 15S ke Petani di Merauke

Redaktur M Filky
20 Sep 2026 16:35
Berita 0
3 menit membaca

MERAUKE, 20 September 2026 — Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 bersama petani Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, melakukan penanaman perdana padi varietas IPB 15S.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan varietas unggul hasil inovasi IPB University sekaligus teknologi budidaya dan mekanisasi pertanian kepada petani di salah satu wilayah sentra produksi padi di Merauke.

Penanaman dilakukan dengan menerapkan Teknologi Budidaya IPB Prima. Teknologi tersebut mengintegrasikan pengelolaan lahan, penggunaan pupuk hayati IPB Bio, praktik budidaya, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan petani.

Salah satu prinsip dalam IPB Prima adalah mengembalikan jerami ke lahan untuk membantu mempertahankan dan memperbaiki kesuburan tanah. Penerapan teknologi tersebut pada pengembangan padi IPB sebelumnya juga menunjukkan potensi peningkatan produktivitas dibandingkan budidaya konvensional.

Dalam kegiatan di Sermayam Indah, teknologi IPB Prima dipadukan dengan penggunaan rice transplanter untuk proses pindah tanam. Para petani juga mendapat kesempatan mempelajari langsung pengoperasian alat tersebut, mulai dari persiapan hingga proses penanaman bibit di lahan.

Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University turut melakukan perendaman bibit menggunakan PGPR sebagai bagian dari penerapan teknik budidaya IPB Prima.

Selain menjadi penanaman perdana, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi petani. Mereka dapat melihat secara langsung penerapan mekanisasi pertanian sekaligus membandingkannya dengan metode penanaman yang selama ini digunakan.

Varietas IPB 15S juga diperkenalkan melalui pengamatan langsung di lahan. Petani dapat mengikuti perkembangan tanaman sejak fase awal pertumbuhan untuk melihat karakter varietas tersebut pada kondisi lahan di Sermayam Indah.

Padi IPB 15S merupakan varietas padi tipe baru yang dikembangkan Prof Hajrial Aswidinnoor dan Dr Willy Bayuardi Suwarno dari IPB University.

Berdasarkan informasi dari pemulia, IPB 15S memiliki potensi hasil 10,16 ton per hektare dengan rata-rata hasil 8,14 ton per hektare gabah kering panen. Varietas ini disebut agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2 serta tahan terhadap penyakit blas ras 033, 133, 073, dan 173.

Dari sisi kualitas beras, IPB 15S memiliki tekstur pulen dengan kadar amilosa 21,3 persen. Varietas tersebut juga memiliki rendemen beras kepala sekitar 87 persen.

Kandungan Fe dan Zn pada IPB 15S juga menjadi salah satu karakter yang diperhatikan dalam pengembangan varietas tersebut karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan zat besi dan seng dalam pangan.

Penerapan teknik pindah tanam menjadi bagian lain dari pembelajaran dalam kegiatan tersebut. Petani mendapatkan penjelasan mengenai tahapan dan manfaat pindah tanam serta melihat langsung penggunaan mesin transplanter di lahan.

Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi demonstrasi penanaman, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan petani.

Melalui praktik langsung di lahan, petani dapat mengenal varietas IPB 15S, teknologi budidaya IPB Prima, serta mekanisasi menggunakan rice transplanter. Pengalaman tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi petani dalam menyesuaikan teknologi dengan kondisi usaha tani masing-masing.

Kolaborasi Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University dengan petani Kampung Sermayam Indah dan Kampung Soa Senayu diharapkan menjadi langkah awal pengenalan inovasi budidaya padi sekaligus mendukung pengembangan pertanian di Kabupaten Merauke.