banner 970x250
banner 970x250

Kasus Proyek AMI, CYEA: Publik Perlu Melihat Fakta Implementasi dan Manfaat Smart Meter PLN

Redaktur M Filky
7 Jul 2026 18:47
3 menit membaca

JAKARTA – Center for Youth Energy Appreciation (CYEA) mengajak masyarakat untuk menyikapi secara objektif berbagai informasi yang berkembang terkait proyek Advanced Metering Infrastructure (AMI) atau Smart Meter PT PLN (Persero).

Menurut CYEA, penilaian terhadap program strategis nasional sebaiknya didasarkan pada fakta implementasi dan manfaat yang telah dirasakan masyarakat, bukan semata-mata pada opini atau tuduhan yang beredar di ruang publik.

Direktur CYEA, Jefferson, mengatakan setiap dugaan yang berkaitan dengan proyek strategis nasional harus dihormati proses hukumnya.

Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat juga berhak memperoleh informasi yang utuh mengenai pelaksanaan program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

“Kami menghormati setiap proses hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran dalam suatu proyek. Namun publik juga perlu melihat fakta bahwa implementasi Smart Meter AMI telah berjalan sejak 2023 dan kini telah menjangkau sekitar 1,2 juta pelanggan di delapan Unit Induk Distribusi. Program ini memberikan manfaat nyata melalui peningkatan akurasi pencatatan konsumsi listrik, percepatan penanganan gangguan, efisiensi pelayanan, serta transparansi penggunaan energi bagi pelanggan,” ujar Jefferson dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Jefferson, transformasi digital yang dijalankan PLN merupakan bagian dari modernisasi sektor ketenagalistrikan nasional.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, digitalisasi tidak hanya diterapkan pada layanan pelanggan, tetapi juga mencakup sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga tata kelola perusahaan.

Ia menilai perubahan tersebut telah membentuk sistem kelistrikan yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi itu juga mencakup restrukturisasi organisasi, penguatan platform digital, percepatan transisi energi, serta modernisasi pelayanan publik.

Salah satu implementasi nyata transformasi tersebut adalah proyek Smart Meter AMI yang mulai diterapkan secara bertahap sejak 2023.

Teknologi tersebut memungkinkan pencatatan konsumsi listrik dilakukan secara otomatis dan real time sehingga meningkatkan akurasi data, mempercepat penanganan gangguan, mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual, serta meningkatkan transparansi pelayanan kepada pelanggan.

Hingga saat ini, PLN telah mengganti sekitar 1,2 juta meter konvensional dengan Smart Meter AMI di delapan Unit Induk Distribusi (UID), yaitu Sumatera Utara, Banten, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat.

CYEA menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa proyek AMI telah memasuki tahap implementasi yang luas dan menjadi salah satu tonggak penting modernisasi sistem pelayanan kelistrikan nasional.

Selain meningkatkan kualitas layanan pelanggan, teknologi Smart Meter juga dinilai memberikan manfaat bagi operasional PLN, seperti mengurangi kehilangan energi, mempercepat identifikasi gangguan jaringan, mengoptimalkan pemeliharaan sistem distribusi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Jefferson menegaskan bahwa ruang publik perlu diisi dengan informasi yang berimbang agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkembangan proyek strategis nasional.

“Prinsip praduga tak bersalah dan penghormatan terhadap proses penegakan hukum harus tetap dijaga. Di sisi lain, fakta mengenai implementasi program dan manfaat yang telah dirasakan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari informasi publik,” katanya.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pengembangan energi, CYEA berpandangan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan dalam menghadapi tantangan transisi energi. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

CYEA berharap implementasi Smart Meter AMI dapat terus diperluas dengan tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola perusahaan yang baik sehingga mampu mendukung terwujudnya sistem kelistrikan nasional yang lebih andal, modern, dan berkelanjutan.