Pedagang menyiapkan pesanan konsumen di pasar tradisional yang terintegrasi secara digital melalui laman pasar.id di Pasar Oro-oro Dowo Malang, Jumat (11/12/2020). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hpSuara Government – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk target digitalisasi terhadap 1.000 pasar di Indonesia. Selain itu, Kemendag juga bekerja sama dengan Tokopedia dan PT Pos.
“Untuk digitalisasi juga kita kerja sama dengan PT Pos itu melalui yang namanya Pospay. Itu sudah kita lakukan,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu (26/2/2023).
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk program digitalisasi pasar ini. “Kita bersyukur dukungan infrastruktur dari temen-temen Kominfo sangat signifikan sebaran seluruh daerah untuk jangkauan internet,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kemendag juga bekerja sama dengan Kemendikbud. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar menjadi bagian dari program digitalisasi pasar.
“Mereka satu dua semester berada di pasar membantu program-program digitalisasi tersebut,” ucapnya. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan seluruh pemerintah daerah untuk perluasan digitalisasi seribu pasar.
“Tahun ini kita harapkan akan meningkat lagi,” ujarnya berharap. Dalam kesempatan ini, ia menggencarkan sosialisasi digitalisasi pasar kepada para pedagang.
Hal itu karena tidak semua pedagang mengerti soal teknologi digital. “Kan kita tahu sendiri kalau di pasar-pasar rakyat itu belum tentu melek teknologi, ada yang lanjut usia masih berdagang,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi pedagang berusia muda yang telaha melek teknologi. “Kalau usianya relatif muda pasti melek teknologi, tentu itu membantu keberhasilan digitalisasi pasar,” ujarnya.(red)