banner 970x250
banner 970x250

GMNI dan GMPRI Demo, Desak NasDem Pecat Bella Shofie atas Indisipliner

Redaktur M Filky
6 Agu 2025 17:59
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta, 6 Agustus 2025– Dua organisasi mahasiswa, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem pada Rabu siang.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh Bella Shofie Rigan, anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai NasDem.

Dalam orasinya, massa aksi menuntut agar DPP Partai NasDem segera memecat atau melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Bella Shofie, yang dinilai tidak pernah hadir dalam kegiatan legislatif dan bolos dari rapat paripurna sebanyak enam kali berturut-turut.

Para mahasiswa menganggap bahwa absennya Bella Shofie tanpa alasan yang jelas merugikan kepentingan publik dan mencoreng nama baik lembaga legislatif.

Koordinator lapangan aksi, Mako Waemese, yang memimpin unjuk rasa tersebut, menjelaskan bahwa tuntutan mereka juga meliputi pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buru.

Mereka menduga adanya pembiaran terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Bella Shofie, yang menurut informasi merupakan istri dari Ketua DPD tersebut.

“Kami menilai bahwa masalah ini bukan hanya sekedar indisipliner, namun juga terkait dengan potensi konflik kepentingan dan pembiaran yang dilakukan oleh pimpinan partai di daerah,” ujar Mako Waemese dengan tegas.

Massa aksi juga mendesak agar Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, segera mengambil tindakan tegas terhadap anggota partai yang terbukti melanggar etika.

Mereka menuntut agar Bella Shofie dan Ketua DPD NasDem Kabupaten Buru diberhentikan dari keanggotaan partai, demi menjaga marwah partai dan kepercayaan publik terhadap institusi legislatif.

Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Meskipun begitu, para mahasiswa tersebut menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga Partai NasDem memberikan sanksi yang dianggap layak terhadap kader yang telah mencoreng nama baik lembaga legislatif. (Red)