
Bogor, 21 Juni 2025 — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta, Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 menggelar acara syukuran penuh makna di Grand Mutiara Hotel, Bogor, Sabtu (21/6/2025). Acara ini menjadi bentuk apresiasi dan refleksi terhadap perjalanan panjang Jakarta sejak berdirinya Jayakarta pada 22 Juni 1527.
Dalam suasana khidmat namun penuh semangat, tokoh-tokoh Betawi menyuarakan pentingnya peran masyarakat Betawi dalam membangun Ibu Kota yang terus tumbuh menjadi kota metropolitan bertaraf global.
Ketua Majelis Adat Suku Betawi, Mayjen (Purn) H. Nachrawi Ramli atau yang akrab disapa Babe Nara, dalam sambutannya menekankan bahwa eksistensi Jakarta selama hampir lima abad tidak lepas dari kontribusi masyarakat Betawi.
“Lima abad adalah perjalanan panjang sebuah peradaban. Jakarta hari ini adalah buah karya orang Betawi yang senantiasa setia membangun kotanya,” tutur Babe Nara.
“Ke depan, masyarakat Betawi harus mampu berpikir global namun tetap menjaga jati diri dan warisan budaya leluhur,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zaenudin atau yang lebih dikenal sebagai Haji Oding. Ia menyoroti pentingnya menjaga jejak sejarah di tengah laju modernisasi Jakarta.
“Kami bersyukur, Jakarta terus berkembang sebagai kota global tanpa kehilangan identitas sejarahnya. Syukuran ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendiri dan pahlawan Betawi yang telah berjasa bagi kota dan bangsa,” ujar Haji Oding.
Sebagai penutup acara, syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng berbentuk Tugu Monas, simbol perjuangan dan kebanggaan warga Jakarta. Tumpeng tersebut menjadi lambang rasa syukur atas kemerdekaan dan kemajuan Jakarta, serta penghormatan kepada para pahlawan nasional yang telah mengukir sejarah dari tanah Betawi.
Perayaan ini menandai semangat masyarakat Betawi untuk terus menjadi bagian aktif dalam pembangunan Jakarta, tidak hanya sebagai pewaris budaya, tetapi juga sebagai pelaku sejarah di masa depan. (Red)