
Jakarta – Koordinator Nasional Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI) apresiasi ketegasan dan komitmen Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam memerangi Judi Online (Judol) di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Kornas LSPI, Dinal Gusti dalam jumpa persnya. “Beliau (Kapolri) adalah pribadi yang kita kenal tegas sejak memimpin Korps Bhayangkara,” kata Dinal kepada Pers, di Jakarta (12/11/2024).
“Dengan tertangkapnya sejumlah oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) beberapa pekan lalu, kami semakin percaya Polri mampu menguak tabir yang selama ini menyelimuti penyakit sosial (Judol) ini,” tambah Dinal.
Bagi pria yang kerap disapa Dinal itu, kerja-kerja Kepolisian dalam memerangi Judol sudah sangat maksimal. “Mereka (Polri) sudah bekerja keras dan maksimal memberantas Judol sejak masifnya kasus ini,” bebernya.
“Namun upaya beking yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat di Kementerian, membuat kasus ini seperti sangat sulit untuk diurai,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional LSPI, Deni Wahyudi mendukung Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan sanksi maksimal kepada oknum Polisi bilamana terlibat membekingi kasus Judol.
“Kita dukung dan doakan Kepolisian mampu mengurai kasus Judol di Indonesia. Dugaan keterlibatan oknum aparat maupun Kementerian perlu didalami,” kata Deni.
“Kami percaya Polri mampu menjalin sinergi yang baik dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan kementerian terkait,” sambung Deni.
“Kerja keras memberantas Judol di Indonesia memang membutuhkan sinergi kuat antar lembaga negara. Tidak boleh saling mengandalkan dan lempar tanggung jawab,” katanya.
Deni mengusulkan Polri dan sejumlah lembaga terkait perlu melibatkan lebih banyak Organisasi Pemuda untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjerumus Judol.
“Kita melihat dan cermati kasus Judol ini sudah merambah ke masyarakat, khususnya anak-anak muda di Indonesia. Kita patut cemas karena mereka kelak akan menjadi tulang punggung Negara pada 2045 nanti,” jelas Deni.
“Advokasi dan edukasi perlu dilakukan lebih masif lagi agar mereka tidak menjadi korban keganasan Judol. Kita harap sel-sel negatif ini bisa diurai dan diamputasi sampai ke level masyarakat paling bawah,” pungkas Deni.