Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi (Foto: Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)SUARA GOVERNMENT – Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menilai narasi eksklusif dan provokatif dapat memicu perpecahan di ruang publik. Oleh karenanya, Pemerintah terus memberikan perhatian atas potensi polarisasi masyarakat akibat pelaksanaan Pemilu 2024.
“Sehingga diperlukan narasi-narasi inklusif untuk melibatkan semua lapisan masyarakat. Tanpa mempersoalkan latar belakang atau golongan tertentu,” kata Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2024).
Selain itu, ia mendorong media massa untuk mengembangkan kontranarasi terhadap ancaman intoleransi yang sarat kepentingan politik. Ini menjadi hal penting dilakukan agar jangan sampai didefinisikan pembentukan pemerintah dari hasil kecurangan pemilu.
“Ini menjadi penting untuk dilakukan. Supaya jangan sampai didefinisikan pembentukan Pemerintah yang akan datang dari hasil Pemilu yang curang,” katanya.
Sementara, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Pubik Kemenkominfo, Usman Kansong menyatakan saat ini ada narasi yang berpotensi memicu polarisasi. Sebab informasi mengenai pemilu tidak disajikan secara lengkap.
“Terkadang, masih banyak media yang kerap memunculkan statement yang kurang lengkap dalam penyajian isi pemberitaan. Terkait rekapitulasu hasil pemungutan suara KPU telah sesuai dengan aturan yang ada,” kata Usman Kansong.
Bahkan, kata dia, proses rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu 2024 dilakukan secara terbuka. Sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung hasilnya melalui tayangan youtube atau website resmi KPU RI.
“Masyarakat tidak perlu datang ke KPU, karena sudah disiarkan di YouTube secara langsung. Jadi, kita tadi mendapat penjelasan bahwa KPU itu sudah sangat transparan dalam proses penghitungan suara Pemilu,” ujat Usman.