Tangkap layar. [Foto/Ist]SUARA GOVERNMENT, – Kemunculan kelompok-kelompok yang menjiplak dan mendompleng isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat kembali menjadi sorotan. Salah satunya adalah Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan), organisasi yang diduga berhaluan khilafah dan memiliki keterkaitan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Gema Pembebasan, yang berdiri sejak 2011, disebut-sebut berupaya menyusupkan ideologi Khilafah Islamiyah ke dalam pergerakan mahasiswa di Indonesia. Baru-baru ini, kelompok tersebut diduga menunggangi gerakan mahasiswa yang mengusung tagar #INDONESIAGELAP, yang seharusnya murni merupakan aspirasi mahasiswa terkait kondisi sosial dan politik di Tanah Air.
Ketua Umum Forum Mahasiswa Peduli Demokrasi (FMPD), Rifaldi, menyoroti keterlibatan Siddiq Rabbani dan PP Gema Pembebasan dalam gerakan tersebut. Ia mempertanyakan apakah gerakan ini memang lahir dari keresahan mahasiswa atau telah disusupi oleh agenda politik kelompok tertentu.
“Jangan biarkan organisasi dengan ideologi khilafah menunggangi perjuangan mahasiswa demi kepentingan mereka sendiri. Ini bukan pertama kalinya mereka muncul dengan agenda terselubung,” tegas Rifaldi dalam keterangan siaran persnya, (17/03).
Lebih jauh, Gema Pembebasan juga diketahui ikut bersuara dalam berbagai isu nasional, seperti dugaan korupsi di Pertamina dan perdebatan soal pagar laut. Namun, keterlibatan mereka justru memunculkan kecurigaan bahwa kelompok ini hanya menjadikan isu-isu strategis sebagai “barang dagangan” untuk kepentingan ideologi mereka.
Munculnya Gema Pembebasan dalam berbagai aksi mahasiswa ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah mereka benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, atau hanya sekadar menjiplak dan mengklaim isu demi kepentingan politik mereka sendiri?
Pihak berwenang dan mahasiswa diminta untuk lebih waspada terhadap kelompok-kelompok yang mencoba mendompleng gerakan mahasiswa demi kepentingan politik tertentu yang berpotensi merusak keutuhan NKRI.