banner 970x250
banner 970x250

Silaturahmi Akbar Kaum Betawi perkuat sinergi adat dan pemerintah daerah DKI Jakarta

Redaktur M Filky
15 Feb 2026 21:40
2 menit membaca

Jakarta, SUARA GOVERNMENT — Majelis Kaum Betawi (MKB) menggelar silaturahmi akbar kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara masyarakat adat Betawi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga identitas budaya Ibu Kota.

Silaturahmi tersebut dihadiri tokoh adat, ulama, pejabat pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat Betawi dari berbagai wilayah Jakarta.

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog mengenai peran strategis Betawi dalam pembangunan Jakarta yang berakar pada nilai budaya lokal.

Ketua Bamus Betawi 1982, H. Zainuddin atau H. Oding, menyampaikan bahwa Majelis Kaum Betawi dibentuk sebagai hasil kesepakatan bersama elemen masyarakat Betawi untuk memiliki satu wadah adat yang representatif.

Ia menjelaskan, sejak 2022 para tokoh Betawi lintas organisasi dan ulama sepakat membangun lembaga adat yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

Menurutnya, persatuan dalam satu lembaga adat penting agar aspirasi masyarakat Betawi dapat disampaikan secara terarah dan konstruktif kepada pemerintah.

“Betawi harus bersatu agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan Jakarta,” ujarnya.

Dalam tausiyah menjelang Ramadan, KH. Muhyidin Ishaq menekankan pentingnya etika sosial dan tanggung jawab moral di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan agar ruang publik, termasuk media digital, digunakan secara bijak demi menjaga harmoni sosial.

Ketua panitia pelaksana, Syarif Hidayatullah, menyebutkan bahwa silaturahmi akbar ini merupakan bagian dari proses konsolidasi sosial masyarakat Betawi yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial dan budaya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat MKB Fauzi Bowo menegaskan bahwa persatuan kaum Betawi merupakan modal sosial penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan Jakarta.

Ia menilai konsistensi terhadap kesepakatan bersama menjadi kunci keberlanjutan peran Betawi dalam kehidupan berbangsa dan berdaerah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus melibatkan masyarakat Betawi dalam pelestarian budaya dan pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa penguatan budaya Betawi, pembinaan sanggar seni, pendidikan muatan lokal, serta pengembangan UMKM Betawi akan terus menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum peringatan hari lahir pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin, yang dinilai sebagai simbol perjuangan dan nilai kebangsaan masyarakat Betawi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap nilai-nilai tersebut terus menjadi inspirasi dalam membangun Jakarta yang inklusif dan berkarakter.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh Betawi, di antaranya Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Sylviana Murni, Biem Benyamin, serta tokoh ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Betawi.