banner 970x250
banner 970x250

Gerakan Strategis Mahasiswa Jakarta Raya gelar Diskusi Publik dan Deklarasi : Dukung 100 Hari Kerja Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Redaktur M Filky
28 Jan 2025 23:03
Berita 0
3 menit membaca

Jakarta, 28 Januari 2025 – Dalam rangkaian acara diskusi publik bertajuk “Perspektif Mahasiswa dalam 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang diselenggarakan di Caffe Hangouts, Jakarta Selatan, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Strategis Mahasiswa Jakarta Raya melakukan aksi pembagian bunga kepada pengguna jalan. Aksi tersebut menjadi simbol apresiasi atas program-program pemerintah yang dinilai berhasil dalam 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

Aksi ini merupakan gabungan dari berbagai kalangan mahasiswa yaitu BEM Universitas Sahid, KBM Universitas Nasional, Universitas Muhammadiyah Jakarta, IBLAM, Universitas Tama Jagakarsa, IBI Kosgoro, UNINDRA, Universitas Ibnu Chaldun, HMI Cabang Jakarta Raya, dan HMI Cabang Jakarta Selatan.

 

Jufri Rumaratu, Ketua HMI MPO sekaligus pembicara utama dalam acara tersebut, menyoroti sejumlah keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran yang patut diapresiasi. Salah satunya adalah memberikan pujian atas ketegasan Presiden Prabowo yang menolak rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen. Menurutnya, keputusan tersebut memberikan dampak signifikan dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat. “Langkah ini bukan hanya menunjukkan kepemimpinan yang tegas, tetapi juga bukti nyata komitmen pemerintah untuk berpihak kepada kepentingan rakyat,” tambahnya.

 

Denni Wahyudi, anggota Persatuan Wartawan Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Denni menyampaikan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam 100 hari pertama telah mencapai 80,9 persen. Menurutnya, hal ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya. Dukungan tokoh-tokoh senior seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) juga dinilai menjadi faktor penting di balik kepercayaan publik tersebut.

 

“Program-program unggulan seperti makan bergizi gratis untuk anak-anak di 31 provinsi, pembangunan puluhan PLTA sebagai upaya kedaulatan energi, dan penghapusan hutang UMKM telah membangun kepercayaan publik secara signifikan,” ujar Denni. Ia juga menambahkan bahwa kebijakan-kebijakan populis lain seperti diskon tarif listrik, penurunan biaya haji, dan pembangunan tiga juta rumah rakyat semakin menunjukkan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

 

Selain membagikan bunga, para mahasiswa juga menggalang tanda tangan petisi untuk mendukung program-program pemerintah yang transparan dan akuntabel. Aksi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Jakarta, yang merasa bahwa mahasiswa mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat.

 

Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut menjelaskan bahwa bunga yang diberikan adalah simbol ajakan damai sekaligus optimisme terhadap masa depan bangsa. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa juga memiliki peran untuk memberikan apresiasi sekaligus mengawal kebijakan pemerintah secara kritis,” ujarnya.

 

Acara diskusi diakhiri dengan deklarasi sikap dari mahasiswa, yang menyerukan agar pemerintah terus bekerja secara transparan dan fokus pada kesejahteraan rakyat. Jufri Rumaratu menegaskan bahwa mahasiswa akan selalu menjadi mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik. “Ini bukan sekadar aksi simbolis, tetapi juga bentuk nyata kepedulian kami sebagai mahasiswa untuk memastikan arah pembangunan bangsa tetap berada di jalur yang benar,” tutup Jufri.