
SUARA GOVERNMENT – Jumat siang puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK) menyelenggarakan unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK RI Jakarta. Dalam aksinya mereka menyuarakan agar KPK segera mengusut adanya dugaan korupsi dilingkungan pemerintahan kota Ambon, Provinsi Maluku.
Dalam orasinya Alan yang juga koordinator unjuk rasa menyampaikan bahwa KPK harus segera memeriksa Sekretaris Kota Ambon yang diduga melakukan tindak pidana korupsi ketidaksesuaian anggaran dan realisasi belanja.
“Meminta KPK RI segera memeriksa dan menangkap Sekretaris Kota Ambon Agus Ririsime yang Diduga Telah Memanipulasi Anggaran dan Realisasi Belanja Kota Ambon “, terangnya.
Namun aksi unjuk rasa tidak berselang lama dikarenakan hujan yang turun di wilayah Jakarta Selatan begitu lebat.
Akhirnya tim redaksi mencoba menghubungi Koordinator dan berhasil dijumpai pada malam hari dibilangan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 18.45 WIB.
Dalam wawancara tersebut Alan menyampaikan mengapa unjuk rasa yang dilakukannya hanya sebentar.
Kami terpaksa menyudahi aksi tadi dikarenakan hujan yang sangat lebat, hal itu sangat berpengaruh pada perangkat aksi kami. Kami menggunakan mobil sound dan juga barang-barang elektronik yang sangat rentan terhadap air “, jelasnya.
Namun dalam kesempatan ini juga Alan menyampaikan bahwa gerakannya akan terus dilakukan sampai ada langkah yang kongkrit dilakukan oleh KPK RI.
“Tapi yang pasti kami sampaikan bahwa aksi kita ini akan tetap dilakukan sampai ada langkah serius dari KPK”, tutupnya.
Seperti diketahui bahwa kasus ini bermula ketika BPK Provinsi Maluku mengeluarkan hasil laporan keuangan Pemerintahan Kota Ambon. Dalam laporan LHP tersebut BPK Menilai beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melanggaran ketentuan perundang-undangan, pasalnya ada penganggaran dan realisasi belanja yang tidak sesuai bahkan menabrak aturan.